SUARA GARUT - Upaya memperjuangkan nasib guru yang penempatanya dinilai kurang proporsional terus dilakukan sejumlah daerah.
Salah satunya seperti yang dilakukan BKD, dan Fagar Garut, untuk memperjuangkan usulan perubahan penempatan terus dilakukan.
Waketum Fagar Ma'mol Arif mengatakan, Fagar bersama BKD, baru saja berkonsultasi dengan Kemendikbud soal tindak lanjut usulan perubahan penempatan.
"Ya, kami diterima staf perencanaan Kemendikbud, terkait usulan perubahan penempatan masih terus dilakukan kemendikbudristek," kata Ma'mol Arif, Pada, Selasa (18/04/2023).
Kemendikbud saat ini kata dia, masih melakukan evaluasi pemetaan terkait usulan perubahan penempatan PPPK Guru 2022.
"Masih berproses, hingga turun SK pengangkatan PPPK guru," ujarnya.
Artinya, imbuh Ma'mol, perubahan penempatan masih berpeluang terealisasi.
Di Garut, jumlahnya sangat banyak, mencapai 1,8 ribu guru, yang penempatanya dinilai kurang proporsional.
Ma'mol menjelaskan usai pihaknya konsultasi ternyata masih ada harapan bisa berbah penempatan sesuai usulan rekomendasi daerah.
Baca Juga: Ibu Penjual Jasa Tukar Uang Buat Lebaran 2023 Dirampok di Kalimalang, Korban Merugi Rp30 Juta
Akan tetapi, nasib 10 orang yang dinyatakan tidak lulus, kemendikbud tidak bisa menyetujinya.
Mereka sebelumnya tidak terdeteksi, imbuh Mamol, sehingga mengalami hal ini sekarang.
Sementara yang 27 orang yang sempat dikabarkan tidak mendapatkan penempatan, sekarang malah dinyatakan menerima penempatan.
Pihaknya masih terus menjalin komunikasi, untuk mendapatkan hasil yang baik.
"Kami himbau kawan-kawan jangan resah, atau panik, Kemendikbud masih berproses," pungkasnya.(*)