garut

Hisab dan Rukyat, Dua Metode Menentukan Bulan Hijriyah, Nahdlatul Ulama Punya Sistem Ini

Suara Garut Suara.Com
Jum'at, 21 April 2023 | 08:52 WIB
Hisab dan Rukyat, Dua Metode Menentukan Bulan Hijriyah, Nahdlatul Ulama Punya Sistem Ini
Persiapan Hilal.Rukyat dan Hilal dua metode yang digunakan dalam menentukan Bulan Hijriyah.(Foto: Kanal YouTube/Suara Garut)

SUARA GARUT - Kekayaan yang ada di Indonesia salah satunya adalah tentang cara pandang umat Islam untuk menentukan awal bulan Qomariyah atau Hijriyah.

Pernyataan itu kerap terdengar terutama terkait penyelenggaran ibadah yang berhubungan dengan, Ramadhan, Syawwal, dan Zulhizah, menggunakan metode Hisab atau Rukyat.

Dua metode antara Hisab dan Rukyat di Indonesia kerap digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriyah, atau awal bulan Sawwal.

Lembaga Falakiyah PBNU, menjadikan hisab sebagai salah satu dasar penentuan bulan baru dalam tahun Qamariyah.

Hisab merupakan metode falak hitungan numerik-matematika yang digunakan untuk menetapkan awal bulan Hijriyah tanpa verifikasi faktual, atau rukyah hilal.

Metode falak tersebut merupkan hipotesis verifikatif yang belum konklusif.

Dalam prakteknya menurut, Thomas Djmaluddin, seorang profesor Riset Astronomi-Astrofisika hisab dianggap akurat bergantung pada pilihan kriterianya.

Secara Astronomi titik temunya adalah kriteria imkan rukyat atau kemungkinan bisa di rukyat.

Atau visibilitas hilal atau keterlihatan hilal, kriteria imkan rukyat, sesungguhnya kriteria hisab berdasarkan data rukyat jangka panjang.

Baca Juga: MU Disingkirkan Sevilla dari Liga Europa, Erik Ten Hag Akui Skuatnya Bikin Kesalahan

Bagi pengamal hisab, kriteria itu menjadi dasar pembuatan kalender, Oleh sebab itu keduanya dirangkul dengankriteria yang sama.

Sementara itu, rukyatul hilal merupakan pengamatan atau observasi terhadap hilal.

Hilal sendiri merupakan lengkungan bulan sabit paling tipis yang berkedudukan pada ketinggian rendah di atas ufuk barat pasca matahari terbenam (ghurub) dan bisa diamati.

Ada tiga cara mengamati dalam melihat hilal, yaitu, mengandalkan mata telanjang, mata dibantu alat optik, hingga alat optik terhubung ke sensor atau kamera.

Dari cara tersebut, keterligatan hilal terbagi menjadi tiga bagian, mulai dari kasatmata telanjang, (bil Fi'li), kasatmata teleskop, dan kasat-citra.

Nahdlatul Ulama (NU) memosisikan metode falak (hisab) sebagai alat bantu dalam pelaksanaan rukyatul hilal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI