SUARA GARUT - Banyaknya guru yang tidak lulus tes dalam seleksi ASN PPPK membuat Presiden Jokowi berpikir ulang terkait kemungkinan mengubah strategi.
Pasalnya Presiden Jokowi mengintruksikan Menteri Abdulah Azwar Anas, dapat menyelesaikan target penuntasan guru honorer pada seleksi 2022 lalu.
Kementerian PAN-RB, kata Menteri Anas sesuai arahan Presiden Jokowi agar menyiapkan formasi sekira 7 ratus ribuan.
Sayangnya, kata Menteri Anas, saat dibuka seleksi, hanya 319,029 orang yang mengikuti tes formasi PPPK guru.
Menurutnya, dari sejumlah itu, yang berhasil lolos seleksi hanya mencapai 250 ribu-an.
Presiden, kata Menteri Anas, meminta Kemenpan-RB untuk mencarikan solusi terhadap guru yang tidak lolos tes PPPK.
Dalam pelaksanaan seleksi CPNS 2023, kata Menteri Anas mempertimbangkan statistik penerimaan 2022.
Anas menjelaskan berdasarkan saran Presiden Jokowi, seharusnya guru dan kesehatan selesai di tahun 2022.
Akan tetapi kata dia ternyata belum selesai, karena banyak daerah tidak mengusulkan formasi.
Baca Juga: Disindir Raffi Ahmad Suka Make Up Demi Punya Cowok Baru, Fuji Nyengir: Alhamdulillah
"Tenaga Kesehatan juga sama yang lulus hanya 78 persen dari total yang dibuka," katanya.
Berdasarkan hal itu, dalam laporanya kepada presiden Jokowi, pihaknya akan membuat skenario, terkait kemungkinan perengkingan atau yang lain.
"Kami melaporkan kepada Bapak Presiden dengan membuat skenario kemungkinan perengkingan atau seperti yang lain," pungkasnya. (*)