SUARA GARUT - Sebanyak 12 konten kreator yang tergabung dalam Smiling West Java (SWJ) Ambasador dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat ramai-ramai menyerbu Taman Satwa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Kami dari Smiling West Java Ambasador, kedatangan kami ke sini untuk mempromosikan Taman Satwa Cikembulan," kata Muhammad Haikal Aditya Pratama, ditemui saat memberikan pakan rusa.
Menurutnya Taman Satwa Cikembulan ini perlu dipromosikan secara massif dikarenakan merupakan wahana edukasi, rekreasi, serta konservasi untuk binatang langka yang dilindungi.
"Saya kira taman satwa di Garut ini perlu dipromosikan oleh siapapun warga Garut, karena ini aset Garut yang harus didukung. Saya lihat tempat wisata ini bukan semata tempat wisata, tapi ini tempat edukasi," kata warga Kampung Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Garut.
Dikatakannya, di taman satwa satu-satunya di Garut ini, tempatnya cukup nyaman dan aman untuk wisata keluarga
"Taman satwa ini sudah cukup baik dari segi penataannya, kebersihannya, koleksi satwanya, lengkap tempat bermain anaknya, fasilitasnya juga lengkap," katanya.
Ia mengaku sudah datang berkali-kali ke Cikembulan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia melihat perubahannya cukup cepat dengan koleksi satwa yang makin beragam.
Manajer Taman Satwa Cikembulan, Rudy Aripin mengaku senang dengan hadirnya belasan konten kreator untuk mempromosikan tempat wisatanya itu.
"Ini adalah rejeki dari Alloh, saya tidak ngundang mereka, tapi mereka datang sendiri untuk membantu promosi, ya Alhamdulillah," katanya.
Baca Juga: 5 Kecamatan dengan Populasi Penduduk Terbanyak di Garut, Urutan Pertama Ternyata bukan Garut Kota
Ia tentunya mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang selalu membantu promosi gratis wahana wisatanya.
"Alhamdulillah banyak teman yang mempromosikan sehingga taman satwa ini makin dikenal luas. Terima kasih kepada rekan rekan media, juga para konten kreator, maupun masyarakat lainnya yang turut mempromosikan," katanya.
Disebutkan Rudy, pihaknya baru 3 hari lalu melepasliarkan hewan kukang dengan unsur BKSDA di Cagar Alam Gunung Tilu Ciwidey, Bandung. (*)
Editor: Firman