SUARA GARUT - Kepala Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Endang Komarudin, menyebut revitalisasi Situ Bagendit malah tak berdampak pada kontribusi pendapatan ke wilayahnya.
Padahal jumlah pengunjung ke Situ Bagendit meningkat tajam. Situ Bagendit yang kini tampilannya terlihat makin cantik dan lebih seksi, menjadi daya tarik lebih kuat bagi wisatawan.
"Kalau dari segi wajah, Alhamdulillah Situ Bagendit ini cukup membanggakan. Tapi kalau dari sisi kontribusi belum. Kalau sebelum direvitalisasi Alhamdulillah kita punya PADes yang produktif ada kontribusi dari pengelolaan pariwisata setiap tahunnya," ungkap Endang, ditemui usai mengikuti Reses bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Enjang Tedi.
Diungkapkannya, PADes yang diterima desanya sebelum revitalisasi, yakni sebesar Rp12 juta setiap tahunnya.
"Alasan hilangnya kontribusi untuk desa kami ini memang belum jelas. Entah karena akan di-over alih oleh swasta atau karena ini belum diserahterimakan oleh pemerintah pusatnya, entah apa," katanya.
Selanjutnya, ia berharap, ada kontribusi yang jelas dari pengelola pariwisata situ yang jadi legenda itu, baik dikelola oleh pemerintah, maupun oleh pihak swasta.
Ia juga berharap penetapan Situ Bagendit yang dicanangkan sebagai destinasi wisata dunia itu bisa berdampak pada masyarakat sekitar.
"Sebenarnya konsep revitalisasi go internasional ini harus melibatkan kawasan yang ada di desa, dimana harus memperhatikan pengembangan yang ada di desa. Mudah-mudahan juga ada komitmen dari pemerintah, bahwa wisata Situ Bagendit ini menjadi etalase desa-desa yang ada di Banyuresmi, khususnya 5 kawasan desa seperti kami," katanya.
Ia menegaskan, tidak mau hanya jadi seperti tamu di rumah sendiri. Padahal sesungguhnya pihaknya juga memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung program Situ Bagendit Go Internasional.
Baca Juga: 6 Zodiak yang Cenderung Malas Membalas Pesan Teks, Kamu Salah Satunya?
"Seperti kata Pak Dewan (Enjang Tedi) konsep Situ Bagendit Go Internasional itu bisa dipaketkan dengan 5 desa kawasan, supaya pengunjung betah. Karena kalau wisata di Bagendit hanya selfi saja dan istirahat. Tapi kalau di Situ Bagendit ada wisata sawah, wisata curug tiga, ada wisata perikanan, ruang terbuka hijau, itu akan lebih menarik," katanya.
Pihaknya jug saat ini tengah mengembangkan inovasi wisata, seperti wisata niaga, wisata percontohan pertanian, juga wisata untuk mengekpresikan usaha UMKM.
"Jadi jangan hanya mengekspose yang ada di Situ Bagendit, tapi juga mengekspose wisata yang ada di desa kawasan seperti halnya di Bali. Kalau hanya Ubud, kan hanya begitu-begitu saja, tapi kan ada kearifan lokal yang menjadi daya tarik," katanya.
Ia berharap, desanya akan dilibatkan dalam pengembangan dan pengawasan operasional wisata Situ Bagendit nantinya, baik oleh pemerintah daerah, maupun swasta.(*)