SUARA GARUT - Mencuatnya data kemiskinan ekstrim di Kabupaten Garut belakangan ini diungkap Bupati Garut Rudy Gunawan, sehingga membuat masyarakat khawatir.
Menanggapi isu data kemiskinan tersebut, Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG) yang dipimpin Asep Nurjaman tergerak untuk mempertanyakan peran serta pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Garut dalam penanganannya.
Sebagai ketua NGO (Non Governmental Organization) atau di tanah air familiar disebut LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Asep merasa perlu untuk mengingatkan pemerintah terkait bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Terkait isu data kemiskinan di Kabupaten Garut yang cukup tinggi, Ia menilai hal tersebut salahsatu pemicunya adalah penganggaran.
"Tentunya pengangguran ini menjadi salahsatu sebab angka kemiskinan itu meningkat. Untuk itu, kami mengingatkan pemerintah Kabupaten Garut, dalam hal ini Disnaker harus pro aktif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat," ungkap Asep Nurjaman, usai menggelar audensi di kantor Disnaker Garut, Kamis 31 Agustus 2023.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Garut, Hj Erna Sugiarti, untuk penanganan soal pengangguran di Kabupaten Garut pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya, salahsatunya dengan menghadirkan aplikasi Gentra Karya.
"Ya, memang adanya kemiskinan itu salahsatu sebabnya penngguran di usia produktif. Namun kita (Disnaker) Garut, terus berupaya melakukan penekanan angka pengangguran itu dengan berbagai inovasi, di antaranya dengan menghadirkan aplikasi Gentra Karya (Gerakan Tenaga Kerja Berkarya)," tutur Hj. Erna Sugiarti.
"Dengan Gentar Karya ini nantinya para pencari kerja dapat mengetahui berbagai cara mencari kerja, pelatihan kerja berbasis kompetensi dan yang lainnya secara online," katanya.
Diharapkannya, dengan program Gentar Karya ini bisa menjadi solusi di saktor ketenagakerjaan. Meski demikian, keberadaan program Gentra Karya ini masih perlu dilakukan berbagai kajian dan masukan dari berbagai pihak agar benar-benar kemanfaatannya dapat dirasakan.
Baca Juga: Pertama Kali Hadapi Laga Klasik Persib vs Persija, Levy Madinda Siap Fight
"Harapannya, dengan program Gentra Karya ini bisa memberikan solusi bagi sektor ketenagakerjaan. Adapun bila masih ada kekurangan tentunya masukan dan saran dari berbagai pihak harus ditampung sehingga program Gentar Karya ini benar-benar bermanfaat," katanya.
Menurut catatan, per tahun 2023, data pengangguran usia produktif di Kabupaten Garut mencapai 108 ribu orang. Data tersebut merupakan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Garut.
"Kalau untuk data itu (pengangguran) kita terpusat di BPS. Jumlahnya per tahun ini (2023) ada sekitar 108 ribu pengangguran usia produktif di Kabupaten Garut," pungkasnya. (*)