SUARA GARUT - Akhir akhir ini Kabupaten Garut, Jawa Barat viral di media sosial sebagai daerah miskin ekstrim ke 2 di Jawa Barat. Sementara kekayaan Bupati Garut, Rudy Gunawan disebut sebut terus bertambah.
Berbekal pengalamannya mengembangkan perekonomian di daerah miskin ekstrim di 3 negara miskin, calon legislatif DPRD Garut dari Partai Umat nomer 1 daerah pemilihan (Dapil) 3, Muhamad Rasyid Ridla Ansori, menyatakan kesiapannya mengangkat perekonomian Kabupaten Garut, Jawa Barat dari kemiskinan ekstrim yang kini disandang Garut.
"Saya punya pengalaman baik dalam mengangkat perekonomian daerah yang dikategorikan miskin ekstrim di Vietnam, Kamboja dan Timor Leste dan itu berhasil. Berdasarkan pengalaman itu saya ingin menerapkannya di Garut. Karena secara struktur sosialnya relatif sama," ungkap lulusan ITB Bandung dan University College London (UCL) Inggris itu, Jum'at (1/9/2023).
Muhamad Rasyid yang pernah bekerja di USAID untuk pengembangan ekonomi di kantung ekonomi miskin ekstrim di 3 negara miskin itu, melihat Garut ada kesamaan persoalan ekonomi yang serupa dengan daerah miskin ekstrim di 3 negara tadi. Sehingga road map dan program yang akan dilakukan bisa diadopsi dari pengalamannya itu.
"Dan dari konseptual keilmuan saya juga belajar hal itu, belajar dalam hal pembangunan daerah. Jadi insya Alloh saya optimis bisa," tegasnya.
Jika terpilih sebagai anggota DPRD Garut, ia akan berupaya membantu menaikan pendapatan asli daerah (PAD) Garut. Sebab menurutnya, PAD itu merupakan indikator kemandirian daerah.
"Ketika persentase PAD itu meningkat terus, artinya Garut ini bisa menghasilkan uang sendiri untuk pembangunan. Jadi tidak tergantung dari Banprov, tidak tergantung bantuan dari kementerian. Di sisi lain di sini juga banyak perusahaan swastanya, nah itu juga bisa di-utilisasi, bantuan tanggung jawab sosialnya lingkungannya juga bisa dimanfaatkan," katanya.
Pria lulusan SMPN 2 Garut dan SMAN 1 Garut itu, prihatin melihat PAD Garut dalam 15;tahun terakhir ini, yang hanya berkontribusi 15 - 17 persen dari total pendapatan daerah Garut.
Selain itu katanya, ia melihat potensi yang sangat besar dari sektor jasa pariwisata, energi dan potensi lainnya. Hanya saja hematnya, belum ada koherensi antar berbagai pihak yang ada di kota Dodol ini.
Baca Juga: Ibunda Aldila Jelita Menduga Indra Bekti Memakai Guna-guna Terhadap Anaknya: Ini Feeling Saya
Contoh riil program pengembangan ekonomi yang dilakukan di Vietnam ketika itu menurutnya, diantaranya dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan pertambangan.
"Di situ kan banyak perusahaan tambang tapi tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Waktu itu kita buatkan Perda konten lokal. Jadi semua perusahaan pertambangan yang ada di situ harus menggunakan kendaraan dengan plat nomor setempat, sehingga pajaknya masuk ke kas daerah. Hal seperti itu bisa diadopsi di sini," tuturnya.
Sedangkan di Garut, potensi sektor jasa dari pariwisata dan energi panas bumi dan lain sebagainya, itu katanya, belum dioptimalkan utilisasinya. Sehingga perlu peningkatan oleh pemerintah Kabupaten Garut.
Disinggung soal pilihan kendaraan Partai Umat untuk memuluskan jalan menuju kursi legislatif, Muhamad Rasyid beralasan lebih melihat sosok Amin Rais yang konsen memperjuangkan aspirasi umat Islam yang ingin memajukan bangsa dan negara
Pria kelahiran Kecamatan Pangatikan Garut itu, juga melihat banyak tokoh politik dan aktivis yang masuk ke Partai besutan tokoh reformasi tersebut.