SUARA GARUT - Para petani dari beberapa wilayah di Kabupaten Garut menyambangi Dinas Pertanian dan Gedung DPRD Garut, Rabu 6 September 2023.
Kedatangan mereka ke Dinas Pertanian dan Gedung DPRD Garut untuk mempertanyakan soal kartu tani dinilai merugikan para petani yang sangat membutuhkan pupuk subsidi.
Menurut koordinator aksi, Alang Raya Merdeka, beberapa perwakilan petani Garut meminta para pemangku kebijakan di Garut khususnya untuk segera menangani kasus kartu tani ini.
Para petani menduga, dalam pendistribusian kartu tani ini ada indikasi kongkalikong pihak Dinas Pertanian Garut dan pihak Bank (BRI) sebagai penyalur kartu tani untuk pupuk subsidi tersebut.
"Jadi dari sekian ribu kartu tani yang telah terdistribusi oleh pihak BRI itu tidak semuanya bisa digunakan. Sebagian ada yang rusak dan lain sebagainya, padahal untuk mengaktivasi kartu tani ini para petani harus mengisi saldo," ungkap Alang, disela-sela aksi di halaman Gedung DPRD Garut.
"Ini kan seolah memaksa untuk menjadi nasabah BRI, dengan demikian ini ada dugaan kongkalikong antara pihak Dinas Pertanian Garut dan BRI. Kasihan para petani. Ditengah kesulitan ekonomi, mereka dibuat ribet hanya untuk mendapatkan pupuk subsidi," katanya.
Diharapkannya, persoalan kartu tani ini segera dibereskan oleh para pemangku kebijakan, khususnya Pemerintah Kabupaten Garut.
"Tentu harapkan para petani kepada pemerintah dan para wakil rakyat (DPRD Garut) harus peduli memberikan hak hak rakyatnya," matanya.
Hingga berita ini ditulis, sekira pukul 12. 21 WIB, beberapa perwakilan demonstran masih melakukan audiensi di gedung DPRD Garut. (*)
Baca Juga: Diduga Sindir Nathalie Holscher yang Menunjukan Pacar Baru, Sule: Kalau Gajadi Malu kan