SUARA GARUT- Dampak kemarau panjang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Garut.
Bahkan, warga di sebagian kawasan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Salahsatunya di wilayah Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Wilayah tersebut memiliki lebih dari 3 ribu kepala keluarga (KK) yang dilaporkan mulai merasakan dampak kekeringan yang cukup serius.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk di kawasan tersebut, relawan Islam Selamatkan Negeri (ISN) berinisiatif membuka posko tanggap darurat kekeringan.
Menurut salah seorang relawan ISN, Ustadz Dindin Sholahuddin, pihaknya bekerjasama dengan beberapa pihak untuk membuka posko tanggap darurat kekeringan tersebut.
"Di beberapa titik Desa Cintanagara, ada sekitar 3 ribuan warga yang terdampak kekeringan. Untuk itu kami berinisiatif membuka posko tanggap darurat kekeringan," ungkap Ustadz Dindin, saat dihubungi garut.suara.com, Selasa (26/9/2023).
Mereka juga bekerja sama dengan pihak TNI setempat, yaitu dengan Makorem 062 Tarumanegara dalam menghadirkan posko tanggap darurat ini.
"Kita (ISN) bekerjasama dengan pihak Makorem 062 Tarumanegara yang menyumbang tenda pleton untuk tempat pusat kegiatan di posko tanggap darurat, serta Puskesmas Sukahurip untuk pelayanan kesehatan," katanya.
Menurutnya, untuk mengatasi dampak kekeringan di kawasan tersebut, hingga saat ini para relawan ISN telah mendistribusikan sedikitnya 140 ribu liter air bersih untuk kebutuhan warga sekitar.
Baca Juga: Begini Cara Cek Sisa Kuota AXIS Aigo Melalui SMS, Kode Dial, dan Aplikasi
"Alhamdulillah, kita telah mendistribusikan 140 ribu liter air bersih di untuk warga yang terdampak kemarau," sambungnya.
Tak hanya itu, relawan ISN juga akan melakukan pengeboran sumur artesis untuk memenuhi kebutuhan air bersih di beberapa titik kawasan Desa Cintanagara. Sholat Istisqa juga akan digelar sebagai upaya spiritual.
"Kami juga akan melakukan pengeboran air (artesis) di beberapa titik. Di posko ISN juga kami membuka layanan kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Puskesmas Sukahurip. Dan untuk mental recovery-nya kita akan melaksanakan sholat istisqa' pada hari Kamis 27 September 2023," beber Ustadz Dindin. (*)