Ada gagasan baru soal bagaimana counter dan pressing lebih kuat ditunjukkan skuat Jerman saat ini, meski banyak pengamat menyebut bahwa hal itu juga pernah dilakukan oleh Loew.
Jerman di Piala Dunia 2022 seolah kehabisan ide untuk tunjukkan permainan menyegarkan. Kutukan di Piala Dunia 2018 pun membayangi mereka pasca kekalahan di laga melawan Jepang.
Apalagi jika bicara komposisi pemain. Jerman di Piala Dunia 2022 kekurangan stok di full back dan bek tengah. Hal ini yang membuat kapasitas Flick dipertanyakan.
Flick ditunjuk jadi pelatih Jerman pada 2021. Ia dianggap mendapat pekerjaan itu karena kesuksesan bersama tim jadi Bayern Munich. Saat berada di Jerman, Flick seperti kebingungan sendiri.
Ia memiliki utang kepada banyak pihak untuk menjawab bahwa dirinya ialah sosok yang tepat untuk tim Panser Jerman.
Di luar segudang masalah Jerman, gagasan brilian Flick sebagai pelatih di tingkatan taktik serta bakat muda Jamal Musala, Jerman tetap menjadi tim kuat di Piala Dunia 2022.
Di atas kertas, pertandingan Spanyol vs Jerman masih tunjukkan persaingan ketat kedua negara. Tinggal bagaimana kedua pelatih mampu menerapkan taktik yang mematikan.
Menarik ditunggu apakah taktik konservatif Flick yang mampu menang? Atau strategi revolusioner Enrique yang sukses membawa Spanyol ke babak 16 besar Piala Dunia 2022?
Baca Juga: Final Kepagian Piala Dunia 2022, Spanyol vs Jerman: Matador Bakal Seruduk Panser?