Boncos di Piala Dunia 2022, Main Judi Bola Itu Gak Sekedar Punya Uang tapi..

suara gol

Selasa, 20 Desember 2022 | 14:35 WIB
Boncos di Piala Dunia 2022, Main Judi Bola Itu Gak Sekedar Punya Uang tapi..
Ilusteasi judi bola - hukum judi bola dalam islam (pixabay)

Kecuali jika seorang penjudi mengetahui ada faktor kunci yang bisa membuat satu tim kalah, faktor kunci yang dimaksud salah satunya ialah pemain utama cedera.

Terakhir kata Ansell, jangan pernah memasang taruhan lebih dulu sebelum satu ajang dimulai. Maksudnya, penjudi harus juga memperhitungkan laga pramusim satu tim untuk kemudian ia analisis. Tidak sekedar perbandingan kekuatan tim yang bertanding. 

Maksud dari pemaparan soal Ansell ini ialah bahwa praktek perjudian di sepak bola selama itu tidak merusak pertandingan artinya memang sah-sah saja.

Paparan dari Ansell menujukkan bahwa praktek perjudian di Inggris sana murni didasari berdasarkan hitung-hitungan matematis serta analisis sepakbola.  

Karenanya cukup mengherankan kalau kemudian di Indonesia, orang-orang yang dianggap menciderai sepakbola dan judi sepakbola masih berkeliaran untuk melakukan match fixing. 

Pasalnya match fixing sendiri bagi para penjudi seperti Ansell tentu sangatlah merugikan. Artinya para penjudi yang murni bertaruh karena hitung-hitungan matematis dan analisis sepakbola harus dirugikan karena hasil laga sudah diatur untuk kemenangan penjudi tertentu. 

Jurnalis Cina Xie Caifeng dari chinadaily.com mengatakan bahwa orang yang memanipulasi hasil sepakbola tidak bisa serta merta dianggap sebagai bagian dari perjudian namun lebih tepatnya sebagai aksi manipulasi. 

Di Cina hal tersebut dibedakan, karenanya di Cina sistem lotere sepakbola yang di Indonesia dianggap sebagai bagian dari judi merupakan hal yang legal. Yang diperangi di Cina bukanlah perjudian di olahraga namun lebih ke praktek suap atau match fixing itu tadi. 

Berdasar hukum pidana di Cina terkait praktek suap di pertandingan olahraga ganjaran hukumannya ialah 10 tahun penjara. 

baca juga

Dalam hukum tersebut dijelaskan bahwa jika ada satu orang mengatur hasil pertandingan dan meminta 3 orang untuk ikut bertaruh di pertandingan yang sudah diatur tersebut dengan nilai nominal taruhan 50 ribu Yuan, orang pertama tadi sudah masuk sebagai kategori pelaku match fixing. 

Pengelolaan yang tepat industri judi di olahraga memang sudah dilakukan sejumlah negara. Ambil contoh di Inggris, mereka memiliki Komisi Perjudian dan badan pengawas yang memiliki payung hukum. 

Bahkan mereka tak sungkan untuk melakukan riset tentang permasalahan dan bahaya judi. Seperti yang dilaporkan vice.com, riset pada 2017 lalu Komisi Perjudian menemukan bahwa terjadi lonjakan penjudi bermasalah hampir 40 persen dalam tiga tahun ke belakang. 

Apa itu penjudi bermasalah? Seperti disebutkan oleh Anseel di atas, penjudi yang tak ingin bangkrut, serta penjudi yang tak memiliki bekal kemampuan analisis dan matematis.

Apa dampaknya dengan banyaknya penjudi bermasalah tersebut? Tentu saja di pertandingan sepakbola, hal itu membuat praktek match fixing  semakin besar peluangnya untuk tercipta. 

Karenanya Joey Barton, pesepak bola yang terperangkap dalam perjudian mengatakan bahwa bukan hal mudah untuk menghentikan praktek perjudian, federasi sepakbola tentu akan kesulitan untuk mendorong orang-orang agar tidak boleh bertaruh di satu pertandingan olahraga, yang terpenting kata Barton bagaimana federasi bisa menerapkan aturan profesional terkait judi dan sepak bola. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

FIFA Rilis 10 Pencapaian Individu Pasca Gelaran Piala Dunia Qatar 2022

FIFA Rilis 10 Pencapaian Individu Pasca Gelaran Piala Dunia Qatar 2022

Your Say | Selasa, 20 Desember 2022 | 11:22 WIB

Juara Piala Dunia 2022, Pemerintah Argentina Tetapkan Selasa Jadi Hari Libur Nasional

Juara Piala Dunia 2022, Pemerintah Argentina Tetapkan Selasa Jadi Hari Libur Nasional

Your Say | Selasa, 20 Desember 2022 | 10:58 WIB

Google Search Cetak Rekor Berkat Final Piala Dunia 2022

Google Search Cetak Rekor Berkat Final Piala Dunia 2022

Tekno | Selasa, 20 Desember 2022 | 10:40 WIB

4 Negara dengan Catatan Terbaik di Piala Dunia 2022, Ada Wakil Benua Asia!

4 Negara dengan Catatan Terbaik di Piala Dunia 2022, Ada Wakil Benua Asia!

Your Say | Selasa, 20 Desember 2022 | 10:21 WIB

Ternyata Ini Makna Jubah Bisht yang Lionel Messi Saat Piala Dunia, Gak Sembarangan!

Ternyata Ini Makna Jubah Bisht yang Lionel Messi Saat Piala Dunia, Gak Sembarangan!

Lifestyle | Selasa, 20 Desember 2022 | 10:30 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×