Hindari Gaya Hidup yang Bisa Merusak Pendengaran

Esti Utami

Senin, 02 Juni 2014 | 13:45 WIB
Hindari Gaya Hidup yang Bisa Merusak Pendengaran
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Dulu Belinda bekerja sebagai model dan tinggal di sebuah klub malam. Ia juga sering pergi ke pesta yang bising dengan musik yang disetel keras-keras. Lalu ia belajar di sekolah seni, di sana Belinda sepanjang waktu mendengarkan musik melalui headphone sembari melukis. Sekarang, dia bekerja lebih tenang di bidang keuangan, tetapi dengan warisan kerusakan permanen pada telinganya.

"Telingaku sudah sering berdenging sejak usia dini. Dan itu memburuk dengan bertambahnya usia saya, Semua kerusakan pendengaran tersu bertambah an sekarang aku punya tinnitus konstan," keluhnya.

Belinda tak sendirian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi gangguan pendengaran dan tinnitus ireversibel sebagai masalah global yang terus meningkat.  WHO mencatat 10 persen penduduk yang terpapar suara bising yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen (NIHL).

NIHL adalah cacat kerja yang paling umum ditemukan di Amerika Serikat dan banyak negara lain karena banyak perusahaan gagal melindungi pekerjanya dari tingkat suara berbahaya di tempat kerja. Tetapi bagi mereka yang tinggal di Inggris, ancaman kebisingan sosial jauh lebih besar daripada kebisingan di tempat kerja.

Komisi Eropa mengatakan bahwa satu dari lima orang muda terpapar suara bising justru di saat luang mereka. Dan ini berpotensi merusak pendengaran mereka. Angka ini meningkat tiga kali lipat dibanding tahun tahun 1980-an dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Kabar baiknya gangguan ini bisa dicegah, karena ada langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi pendengaran. Seperti yang disarankan Gemma Twitchen, audiolog senior di amal Action on Hearing Loss sebagai berikut. "Beli perangkat musik portabel baru jika Anda tidak memiliki kontrol volume maksimum. Dan jika Anda di lingkungan yang bising, jangan tergoda untuk terus menaikkan volume. Lebih baik untuk menggunakan  headphone sehingga Anda terhindar dari kebisingan eksternal dan tidak perlu memutar musik terlalu keras," ujarnya.

Dia juga punya saran untuk orang-orang yang hobi menonton konser musik, "Jika musik terdengar terdistorsi, itu terlalu keras. Anda harus menjauh dari speaker atau istirahat."

Menurut Twitchen, denging di telinga atau suara yang teredam menunjukkan selaput telinga mengalami gangguan. Ini biasanya sembuh dalam beberapa hari tetapi Twitchen mengingatkan paparan berulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen. "Jadi, jika telinga Anda berdenging setelah konser, Anda harus mengenakan penutup telinga saat Anda pergi agar tidak lebih buruk," ujarnya. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Rambut Perempuan Cepat Beruban

Ini Penyebab Rambut Perempuan Cepat Beruban

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2014 | 19:44 WIB

Tujuh Alasan Yoga Jadi Gaya Hidup Baru

Tujuh Alasan Yoga Jadi Gaya Hidup Baru

Health | Senin, 24 Februari 2014 | 03:02 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×