8 Cara Agar si Kecil Tidur Nyenyak

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Senin, 04 Mei 2015 | 18:32 WIB
8 Cara Agar si Kecil Tidur Nyenyak
Ilustrasi anak tidur (shutterstock)

Suara.com - Tidur nyenyak sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dan, Kurang tidur memiliki efek buruk pada kesehatan, prestasi akademik, dan perilaku anak.

Ini adalah epidemi yang belum diakui, karena banyak anak merasa sulit untuk tidur nyenyak sepanjang malam. Studi menunjukkan bahwa pemecahan masalah tidur anak Anda dapat meningkatkan nilai dan perilakunya.

Berikut tips untuk membantu anak Anda mendapatkan tidur malam yang berkualitas.

1. Perhatikan apa yang mereka makan
Hindari makan, terutama makanan berat sebelum tidur. Pastikan Anda tidak memberinya makanan yang mengandung kafein, kurang dari lima jam sebelum tidur. Kafein mengintai di tempat-tempat yang mengejutkan, seperti soda manis, coklat, es krim kopi rasa dan makanan penutup lainnya. Makanan yang membantu tidur termasuk yoghurt, roti dengan selai kacang, keju, gandum dengan susu, pisang dan telur.

2. Bermain game sebelum tidur
Sebuah studi tahun 2007 menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain video game satu jam sebelum tidur mengalami gangguan tidur. Jika anak Anda bermain videogame, pastikan itu berlangsung beberapa jam sebelum tidur.

3. Tetapkan waktu tidur
Anak-anak tentunya dapat merasa tenang dan santai ketika orang tua mereka menunjukkan kasih sayang. Dalam menidurkan si kecil, Anda bisa memberikan itu dengan cara memeluknya ataupun membacakannya cerita pengantar tidur. Cara ini dapat membuat mereka merasa lebih santai dan tenang yang tentu membantunya agar tidur nyenyak.

4. Kenyamanan adalah kunci
Pastikan bahwa pakaian dan selimut tidak membatasi gerakan anak Anda. Anak Anda harus tidur dengan bernapas lega. Perhatikan pula bahan-bahan di sekitarnya, apakah itu piyama dan seprai, lebih baik memilih bahan katun. Pastikan suhu kamar tidur tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

5. Ciptakan rutinitas
Sebuah rutinitas yang konsisten membantu transisi anak untuk tidur setiap harinya. Mematuhi rutinitas yang sama setiap malam-bahkan pada akhir pekan-apakah itu mandi, menyikat gigi, dan cerita pengantar tidur atau berbicara dan berbagi cerita tentang hari yang ia lewati dengan dengan ibu atau ayah dapat membuatnya mudah tertidur dengan nyenyak.

6. Hindari kegiatan bersemangat sebelum tidur
Kegiatan yang membuat mereka semangat di antaranya adalah menonton film action, atau membaca buku. Anak Anda harus merasa tenang dan santai, jangan melakukan hal yang membuat mereka bersemangat sebelum tidur.

7. Matikan alat elektronik
Peralatan seperti ponsel, monitor bayi, jam alarm TV dan semua alat yang mengeluarkan medan listrik yang mengganggu kualitas tidur anak Anda dengan mengganggu sekresi melatonin. Pastikan bahwa peralatan tersebut tidak lebih dekat dari tiga kaki dari tempat tidur anak Anda, dan cabut kabel listrik yang tidak diperlukan.

8. Matikan lampu
Tidur dalam kondisi gelap adalah cara sehat untuk tidur. Penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan lampu dapat mengganggu regulasi hormon. Ini merugikan karena dapat mempengaruhi tidur dan fungsi kekebalan tubuh. Jika anak Anda takut gelap, tempatkan lampu malam redup di dalam ruangan dan mematikannya setelah anak Anda tertidur. Anda juga dapat mencoba menggunakan tirai atau masker tidur untuk anak-anak yang bangun sangat awal karena sinar matahari masuk ke kamar mereka. (healthmeup.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:21 WIB

Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?

Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:54 WIB

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:17 WIB

Beban Menjadi Anak Emas yang Dipaksa Menebus Kegagalan Orang Tua

Beban Menjadi Anak Emas yang Dipaksa Menebus Kegagalan Orang Tua

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:50 WIB

Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson

Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:50 WIB

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:10 WIB

Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart

Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:00 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:16 WIB

Mengungkap Metode Raising Giant: Alasan Ilmiah Kenapa Ibu Cerewet Bikin Anak Tangguh

Mengungkap Metode Raising Giant: Alasan Ilmiah Kenapa Ibu Cerewet Bikin Anak Tangguh

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 16:39 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×