Konsumsi "Fast Food" Sejak Dini, Ini Risikonya bagi Tulang

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:51 WIB
Konsumsi "Fast Food" Sejak Dini, Ini Risikonya bagi Tulang
Ilustrasi: Anak-anak makan Pizza. (Shutterstock)

Suara.com - Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji tak hanya meningkatkan risiko obesitas. Temuan terkini menyebut bahwa kebiasaan makan tak sehat yang dilakukan sejak kecil bisa memicu kerapuhan tulang saat dewasa.

Penelitian yang dilakukan University of Southampton di Inggris juga menyebut orangtua yang membiasakan anak-anaknya mengonsumsi makanan cepat saji cenderung memiliki kecanduan pada konsumsi makanan tak sehat ini yang kemudian ditularkan pada sang anak.

"Temuan kami menunjukkan bahwa ibu sebaiknya mengoptimalkan pemberian makanan sehat kepada anaknya sejak kecil, karena sangat mempengaruhi perkembangan tulangnya saat ia dewasa," penulis studi Cyrus Cooper dari University of Southampton di Inggris.

Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menganalisis kepadatan mineral tulang dan kandungan mineral tulang dari 1.107 anak-anak saat lahir lalu pada usia empat dan enam tahun. Responden dibagi dalam dua kelompok yakni yang terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji sejak kecil dengan mereka yang mengonsumsi makanan sehat.

Hasil menunjukkan anak-anak yang terpapar makanan cepat saji sejak dalam kandungan dan saat ia balita memiliki kepadatan dan kandungan mineral tulang yang rendah dibanding mereka yang terbiasa konsumsi makanan sehat.

"Lingkungan di mana anak terbiasa mendapatkan makanan bisa diintervensi agar dapat memperbaiki perkembangan tulang anak-anak hingga dewasa nanti," kata Cooper.

Peneliti mengimbau para orangtua agar membatasi konsumsi makanan cepat saji saat mengandung dan menjauhkan anak dari kebiasaan tak sehat ini ketika lahir. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Mencoret "Fast Food" Sekarang Juga

Ini Alasan Mencoret "Fast Food" Sekarang Juga

Health | Jum'at, 31 Oktober 2014 | 19:06 WIB

Makanan Cepat Saji Bisa Bikin Otak Bodoh

Makanan Cepat Saji Bisa Bikin Otak Bodoh

Health | Selasa, 30 September 2014 | 20:56 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB