Bau Napas Tunjukkan Kesehatan Anda

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 21 Juli 2016 | 20:00 WIB
Bau Napas Tunjukkan Kesehatan Anda
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Bau napas setiap orang berbeda-beda, tergantung kepribadian dan pola makan yang dikonsumsi sehari-hari. Mereka yang doyan mencamili bawang, bisa jadi menghasilkan bau napas serupa dengan bau bawang.

Begitu pula dengan golongan yang kurang menjaga kebersihan mulut dengan baik, bau napas mereka cenderung kurang sedap karena bakteri berkumpul di rongga mulut tersebut.

Dokter gigi, Harold Katz mengatakan bahwa kebanyakan bau napas tak sedap dipengaruhi oleh kondisi mulut yang kering. Misalnya, ketika tidur malam, produksi air liur berhenti sementara waktu sehingga mulut kering dan bau napas tak sedap.

"Namun jika masalah mulut kering terjadi sepanjang hari, Anda harus mewaspadai obat-obat penyerta yang Anda konsumsi. 75 persen obat-obatan resep seperti anti depresan, dan obat hipertensi menyebabkan mulut kering sebagai efek samping," ujar Dr Katz.

Dalam kasus lain, bau napas tak sedap yang kronis bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang salah di tubuh Anda. Aroma ini dapat memberikan petunjuk pada Anda mengenai masalah kesehatan yang mengintai.

Berikut lima jenis bau napas yang mengisyaratkan arti tertentu:

1. Bau napas seperti kapur barus
Jika bau napas Anda, atau orang terdekat mirip dengan bau kapur barus bisa jadi Anda memiliki alergi atau infeksi sinus. Penyebabnya, bakteri di mulut mengonversi protein dalam lendir sehingga menyebabkan bau mirip kapur barus.

2. Bau napas seperti buah
Anda mungkin memiliki masalah dengan diabetes. Gula darah yang meningkat mempengaruhi produksi keton yang membuat napas Anda berbau seperti buah. Jadi, jika Anda mengalaminya, segera periksa kadar gula dalam darah Anda.

3. Bau napas seperti yogurt
Ini tandanya Anda mengalami intoleransi laktosa. Penyebabnya karena tubuh Anda tak dapat mencerna protein susu sehingga menimbulkan bau napas seperti susu yang masam atau mirip yogurt.Biasanya hal ini juga disertai dengan gejala diare, perut kram, dan bergas usai mengonsumsi produk berbahan susu.

4. Bau napas seperti sampah
Anda mungkin memiliki amandel yang membuat bakteri bersemayam di balik amandel yang memicu bau tak sedap. Bahkan baunya bisa busuk seperti sampah, akibat banyaknya bakteri yang berkumpul. Segera kunjungi dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

5.Bau napas seperti makanan basi
Anda mungkin memiliki gangguan pada paru-paru. Bau makanan basi ini bahkan lebih buruk dari bau napas akibat lupa menggosok gigi. Menurut drg Katz, masalah yang mungkin menjangkiti paru-paru Anda mungkin saja kanker atau infeksi pneumonia. (Menshealth)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Bau Mulut Katakan Tentang Kesehatan Anda

Ini yang Bau Mulut Katakan Tentang Kesehatan Anda

Health | Selasa, 29 September 2015 | 13:53 WIB

Risiko Ini Incar Anda yang Berlebihan Konsumsi Protein

Risiko Ini Incar Anda yang Berlebihan Konsumsi Protein

Health | Selasa, 08 September 2015 | 13:56 WIB

Cara Ini Bikin Napas Tetap Segar Selama Puasa

Cara Ini Bikin Napas Tetap Segar Selama Puasa

Ramadan | Jum'at, 26 Juni 2015 | 15:36 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×