Waspada, Hipertensi "Silent Killer" bagi Perempuan

Ririn Indriani

Kamis, 18 Mei 2017 | 18:24 WIB
Waspada, Hipertensi "Silent Killer" bagi Perempuan
Ilustrasi hipertensi. (Shutterstock)

Suara.com - Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh setiap 17 Mei, Philips HealthTech Indonesia sebagai bagian dari Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA), melanjutkan komitmennya untuk menumbuhkan kesadaran tentang penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia.

Berdasarkan data WHO yang dipublikasikan pada Mei 2014, hipertensi menempati urutan ke-7 pada 20 penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan tingkat kematian mencapai 42.226 atau 3,02 persen dari total kematian.

Perlu diketahui, hipertensi dikenal sebagai “the silent killer” karena gejalanya yang seringkali tidak disadari. Hipertensi dapat menyebabkan sejumlah penyakit mematikan seperti stroke yang berada di urutan pertama dalam daftar yang sama, serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sebagai perusahaan yang berfokus kepada kesehatan, Philips ingin mengajak masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan menyadari pentingnya deteksi dini.

Hipertensi dapat berdampak pada otak dan merupakan salah satu penyebab utama atas sebagian besar tingkat kesakitan dan kematian dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak. Tidak hanya itu, hipertensi merupakan faktor risiko utama dari stroke dan merupakan penyebab utama penurunan kognitif dan demensia.

Sekarang sudah menjadi rahasia umum bahwa ada hubungan linier antara tekanan darah dan tingkat kematian akibat stroke.

Secara umum, ada asumsi bahwa hipertensi biasanya diderita laki-laki. Namun, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menerbitkan bahwa pada usia 65 ke atas, prevalensi hipertensi pada wanita adalah 28,8, lebih tinggi daripada lelaki yang prevalensinya mencapai 22,8.

Dokter spesialis jantung dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, FIHA, FAsCC menjelaskan bahwa semakin tua seseorang, wajar apabila tekanan darah meningkat. Peningkatan tekanan darah juga dapat terjadi pada saat kehamilan.

Hormon estrogen memegang peranan penting dalam naiknya tekanan darah pada fase menopause yang menyebabkan hormon estrogen menurun, risiko hipertensi pun meningkat. Dokter Ann mengatakan ketika seorang perempuan berhenti menstruasi, maka hormon estrogennya akan menurun secara signifikan.

Hal ini, lanjut dia, dapat merusak sel endotel yang memicu plak di pembuluh darah. Plak di pembuluh darah dapat memicu tekanan darah tinggi yang menyebabkan penyakit kardiovaskular (Cardio Vascular Disease- CVD) dan bahkan stroke.

"Hal ini bukan menjadi masalah bagi lelaki. Penurunan hormon testosteron tidak terlalu berdampak pada risiko hipertensi, kecuali bila disertai gaya hidup tidak sehat, merokok maupun obesitas," jelas dr. Ann.

Tidak hanya CVD dan stroke, tambah dia, hipertensi juga merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan Cardio Cerebro Vascular Disease (CCVD). Dokter Ann mengatakan bahwa kebanyakan kematian di dunia disebabkan oleh CCVD, baik pada lelaki maupun perempuan.

baca juga

Diperkirakan akan terjadi peningkatan prevalensi CCVD di antara 2000-2025, mencapai 9 persen pada lelaki dan 13 persen pada perempuan.

"Bagi yang sudah menderita hipertensi, pengobatan menjadi penting untuk mengendalikan penyakit ini," kata dr. Ann lagi. Sedangkan untuk pencegahan, lanjut dia, kuncinya harus melakukan gaya hidup sehat, seperti kebiasaan makan yang sehat, teratur olahraga, menjaga berat badan tetap sehat dan tidak merokok, yang didukung oleh pemeriksaan rutin untuk memantau tekanan darah, kadar kolesterol dan glukosa.

"Sebagai Health Tech Company, kami terus berusaha mengedukasi perempuan mengenai risiko penyakit kardiovaskular, serta mengadvokasi kesehatan jantung sejak dini," ujar Presiden Direktur Philips Indonesia Suryo Suwignjo.

Pihaknya, lanjut dia, terus berusaha meningkatkan kesadaran kepada perempuan di Indonesia bahwa penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu. Komplikasi akibat hipertensi memerlukan waktu lama untuk berkembang.

"Jadi, dengan meningkatkan kesadaran akan risiko sedini mungkin, kami berharap lebih banyak perempuan dan keluarga mereka akan melakukan perbaikan gaya hidup sejak dini. Hal ini akan sangat mengurangi risiko penyakit jantung mereka di masa depan," terang Suryo.

Beranjak dari kesadaran itulah Philips mendorong kehidupan serta gaya hidup yang sehat, termasuk kebiasaan makan yang baik sedini mungkin, sejak masa kanak-kanak. Melalui peralatan dapur inovatif, seperti air fryer, juicer, steamer food, hingga blender yang memungkinkan persiapan makanan buatan sendiri yang sehat untuk seluruh keluarga dengan cara yang cepat dan praktis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biar Nggak Hipertensi, Lakukan Ini!

Biar Nggak Hipertensi, Lakukan Ini!

Health | Kamis, 18 Mei 2017 | 16:13 WIB

Konsumsi Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Ini Penjelasannya

Konsumsi Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Ini Penjelasannya

Health | Kamis, 23 Februari 2017 | 18:02 WIB

Sering Marah-Marah Tanda Tekanan Darah Meningkat? Ini Faktanya!

Sering Marah-Marah Tanda Tekanan Darah Meningkat? Ini Faktanya!

Health | Kamis, 23 Februari 2017 | 15:45 WIB

Terkini

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

×