Khasiat Beragam Minyak Esensial untuk Masalah Sembelit

Silfa Humairah Utami

Minggu, 07 Oktober 2018 | 15:57 WIB
Khasiat Beragam Minyak Esensial untuk Masalah Sembelit
ilustrasi perempuan susah buang air besar. (shutterstock)

Suara.com - Seiring perkembangan zaman, para ahli menemukan fakta bahwa minyak esensial termasuk salah satu bahan yang bisa digunakan untuk mengobati sembelit.

Berikut ulasan mengenai cara mengatasi sembelit dengan berbagai jenis minyak esensial dilansir Hello Sehat.

1. Minyak jahe

Minyak jahe biasanya banyak digunakan untuk meningkatkan fungsi sistem pencernaan dan mengurangi mual. Ternyata, minyak yang satu ini juga dapat membantu mengobati sembelit. Pasalnya, minyak jahe dapat merangsang sistem pencernaan dengan meningkatkan pergerakan lambung dan juga usus.

Cara mengatasi sembelit dengan minyak jahe bisa dilakukan dengan mencampurkan 3 hingga 5 tetes minyak dengan 30 ml minyak pembawanya seperti minyak kelapa atau minyak biji anggur.

Kemudian, ambil campuran minyak ini lalu pijatkan ke perut. Ulangi sebanyak dua hingga tiga kali sesuai kebutuhan.

Selain itu, Anda juga bisa meneteskan dua tetes minyak jahe ke dalam handuk yang direndam dalam sebaskom air panas. Kemudian, taruh handuk hangat ke atas perut Anda sampai handuk terasa dingin. Selanjutnya, angkat handuk dan pijat perut dengan gerakan searah jarum jam selama 2 hingga 3 menit.

2. Minyak peppermint

Minyak peppermint mengandung menthol yang memberikan efek dingin pada tubuh. Selain itu, minyak peppermint mengandung sifat antikejang yang dapat mengendurkan otot-otot di saluran pencernaan. Dengan begitu, usus menjadi lebih kendur dan membantu meringankan sembelit. Selain itu, minyak peppermint juga sering digunakan pada kasus sembelit yang disebabkan oleh irritable bowel syndrome (IBS).

baca juga

Untuk meredakan sembelit ringan, Anda bisa mencampurkan setetes minyak peppermint dengan 3 hingga 4 tetes minyak pembawanya seperti minyak kelapa. Kemudian, oleskan campuran minyak langsung ke perut dan pijat dengan gerakan melingkar.

Selain itu, Anda juga bisa menghirup aromanya baik melalui diffuser atau secara langsung. Pijatan membantu meningkatkan gerakan usus, sedangkan menghirup aromanya membantu mengendurkan otot pencernaan.

3. Minyak lavender

Minyak lavender banyak digunakan untuk membantu proses relaksasi dan ketenangan. Minyak yang satu ini membantu mendorong proses relaksasi tubuh termasuk usus. Sama seperti minyak esensial lainnya, campurkan minyak lavender dengan minyak pembawa kemudian oleskan ke perut dan pijat secara perlahan.

4. Minyak chamomile

Minyak chamomile membantu meningkatkan gerakan usus sehingga bisa mendorong feses keluar dan meredakan perut kembung. Biasanya, minyak chamomile banyak dikombinasikan dengan minyak lavender untuk membantu mengendurkan otot-otot di area perut.

Cara pakainya sama, encerkan minyak chamomile dengan minyak kelapa kemudian oleskan ke perut. Pijat area perut dengan gerakan searah jarum jam dan ulangi sebanyak tiga kali sehari.

5. Minyak fennel (adas)

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di BioMed Research International, minyak adas dapat membantu meringankan berbagai masalah pencernaan termasuk sembelit. Pasalnya, senyawa di dalam biji adas termasuk bahan yang berguna sebagai obat pencahar.

Minyak adas dapat membantu pergerakan usus jika oleskan langsung ke perut yang disertai dengan pijatan. Selain itu, minyak yang satu ini juga sangat bagus jika dihirup melalui diffuser.

Oleh karena itu, sembari memijat perut dengan gerakan searah jarum jam Anda juga bisa sambil menghirup minyak yang telah dimasukkan ke dalam diffuser.

6. Minyak lemon
Minyak lemon mengandung antioksidan kuat yang dapat meningkatkan kerja sistem pencernaan sekaligus mengurangi peradangan. Kedua hal ini bisa membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik sehingga dapat meredakan sembelit. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang menemukan fakta bahwa menggunakan minyak lemon dalam pijat aroma terapi dapat memperbaiki sistem pencernaan.

Sama seperti minyak lainnya, Anda bisa menggunakan minyak yang satu ini dengan mengencerkannya kemudian memijatkan ke kulit dan menghirupnya lewat diffuser. Hindari paparan sinar matahari langsung saat mengoleskan minyak lemon.

Penting untuk diingat bahwa minyak esensial yang dioleskan ke kulit akan menghasilkan reaksi berbeda pada tiap orang. Untuk menghindari reaksi alergi pada kulit, Anda perlu melakukan tes alergi. Caranya mudah, Anda hanya perlu mengoleskan minyak esensial yang telah diencerkan pada lengan bagian dalam. Tunggu selama 24 jam dan lihat hasilnya.

Jika tidak ada reaksi negatif seperti gatal, ruam, dan juga rasa panas, maka minyak ini aman untuk digunakan di bagian tubuh Anda yang lain.

Kika terdapat reaksi gatal maka Anda perlu mencari alternatif lain selain minyak esensial sebagai cara mengatasi sembelit. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banyak Penyebab Susah BAB, Ini Penjelasannya

Banyak Penyebab Susah BAB, Ini Penjelasannya

Health | Selasa, 25 September 2018 | 16:14 WIB

Anggota OPEC Tolak Seruan Donald Trump Terkait Harga Minyak

Anggota OPEC Tolak Seruan Donald Trump Terkait Harga Minyak

Bisnis | Senin, 24 September 2018 | 07:45 WIB

5 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia, Indonesia Termasuk?

5 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Rabu, 15 Agustus 2018 | 06:05 WIB

Terkini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

×