Wanita Ini Derita Ensefalitis, Penyakit yang Mengubahnya Jadi 'Orang Lain'

Vika Widiastuti

Kamis, 31 Januari 2019 | 13:36 WIB
Wanita Ini Derita Ensefalitis, Penyakit yang Mengubahnya Jadi 'Orang Lain'
Ilustrasi alami delusi. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang wanita bernama Evie Moore (23) menderita infeksi otak. Akibat, penyakitnya ini dia seperti berubah menjadi orang yang 'berbeda'. Bahkan saat terbangun dari koma ia berpikir bahwa dirinya adalah Mesias (juru selamat).

"Saya seorang utusan dari Tuhan dan saya telah diutus dari surga," cerita Pekerja dewan, dari Cirencester, saat dia terbangun di rumah sakit memberi tahu dokter dilansir HiMedik dari The Sun.

Wanita berusia 23 tahun itu menderita ensefalitis, suatu kondisi langka yang menyebabkan peradangan otak. Penyebabnya adalah infeksi yang menyerang otak (ensefalitis infeksius) atau sistem kekebalan yang menyerang otak karena kesalahan (ensefalitis pasca-infeksi atau autoimun).

Sementara dia tidak lagi memiliki delusi agama, dia percaya bahwa kondisi tersebut telah benar-benar mengubah kepribadiannya, dan merupakan penyebab hancurnya hubungan serius pertamanya.

Pada tahun 2015, sebelum terkena ensefalitis, Evie adalah seorang wanita muda yang bugar dan sehat yang tinggal bersama pacarnya.

Beberapa bulan sebelum menderita penyakit itu, dia mulai mengalami kecemburuan dan paranoia yang intens.

"Dalam tiga bulan sebelum ensefalitis menyerang, aku menjadi paranoid dan mulai mengerjakan hal-hal yang biasanya tidak menggangguku," katanya.

"Tanpa alasan sama sekali, aku benar-benar khawatir tentang pacarku yang saat itu berbicara dengan gadis-gadis lain, yang tidak pernah menggangguku sebelumnya, dan jika sekarang melihat ke belakang, itu jelas merupakan awal dari itu (penyakit, -red)."

Kondisinya memburuk dengan cepat selama beberapa minggu ke depan dan ketika dia dikurung di tempat tidur pada suatu malam dengan flu, dia memanggil orang tuanya untuk meminta bantuan.

baca juga

"Ibu dan ayah tahu ada yang tidak beres denganku, karena aku sangat tertekan dan kurang sehat," katanya.

"Menjadi jelas bahwa ini bukan hanya flu. Mereka gelisah."

Bersama dengan pacar Evie, orang tuanya membawa mereka kembali ke rumah di mana Evie tiba-tiba mulai mengalami kejang, bola matanya berputar dan mulutnya berbusa. Orang tuanya yang ketakutan langsung menelepon ambulans.

Evie kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Royal Gloucestershire. Dokter membiarkannya dalam keadaan koma selama 48 jam untuk mengurangi kerusakan otak yang disebabkan oleh kejang.

"Ingatanku sejak saat itu sudah hampir hilang dan aku harus menyatukannya dari apa yang dikatakan orang tua dan adik perempuanku, Ruby," katanya.

"Tapi aku ingat saat datang dan melihat tas kateter di ujung tempat tidurku, berpikir, betapa anehnya, aku bertanya-tanya apa yang terjadi?"

"Lalu aku merasakan sakit yang luar biasa berasal dari tempat aku menggigit lidah selama kejang."

Ilustrasi dirawat di rumah sakit (Unplash/rawpixel)
Ilustrasi dirawat di rumah sakit (Unplash/rawpixel)

Ketika keluarganya datang mengunjungi, Evie tidak bisa mengenali mereka dan hampir tidak bisa berbicara.

Setelah cukup sehat untuk keluar dari rumah sakit, Evie kembali ke apartemen tempat dia tinggal bersama pacarnya dan tidak pernah diberi tahu apa yang menyebabkan ia kejang.

Masih bingung dengan dirinya, dia disarankan untuk selalu bersama dengan seseorang selama dua minggu pertama dan tidak boleh meninggalkan apartemen.

"Aku mulai menjadi delusi juga. Suatu kali, aku menonton berita di TV dan benar-benar ketakutan, ketika berpikir bahwa aku ada di zona perang yang mereka laporkan."

Kejadian lainnya saat Evie berbaring di tempat tidur bersama pacarnya, tiba-tiba tersentak oleh pemikiran bahwa ibunya sudah tiada.

"Saya duduk dengan tegak dan benar-benar yakin dia (ibunya, -red) telah meninggal, seolah-olah seseorang baru saja memberi tahuku, dan aku mulai bersiap-siap meninggalkan apartemen dan pergi ke orang tuaku di tengah malam."

"Sudah jelas bahwa aku harus kembali ke rumah sakit lagi," ungkapnya.

Evie kembali ke rumah sakit tempat dia didiagnosis menderita psikosis. Dia menjadi animalistis dan setelah dua minggu di rumah sakit ia didiagnosis menderita ensefalitis.

“Aku tidak tahu lagi siapa aku. Para petugas medis menempatkanku di sebuah ruangan sendiri. Aku bisa melihat burung-burung terbang di luar dan berpikir aku juga bisa melakukannya."

"Aku mati-matian berusaha untuk melompat keluar dari jendela dan terbang, tapi ayah menggunakan semua kekuatannya untuk menarikku kembali."

"Aku berbalik dan mengumpat, dan aku ingat melihatnya menangis karena umpatan itu," jelasnya.

Karena kondisinya yang semakin seirus, hubungannya dengan pacarnya kandas.

"Dia datang mengunjungiku dan mulai menangis dan kami berdua memutuskan tidak bersama lagi. Saat dia pergi aku menutup gorden dan mulai menangis tersedu-sedu," kenangnya.

Akhirnya setelah perawatan 9 minggu selesai, Evie pindah kembali bersama orang tuanya. Sementara kondisinya membaik, tapi dia tidak dapat bekerja selama 18 bulan karena kelelahan dan disorientasi.

Pada 2017, Evie berhasil kembali bekerja penuh waktu dan meskipun tidak ingin memulai hubungan lain, hidup menuntunnya bertemu dengan teman sekolahnya dulu, George Moore.

Evie memberitahunya semua tentang ensefalitis yang pernah dideritanya dan apa yang terjadi padanya pada kencan pertama. Namun, George membesarkan hatinya, membuatnya merasa jauh lebih baik.

Dia benar-benar mencoba mengubah keadaan dan membantunya pulih. "Sekarang aku sudah pulih dan memiliki George di sisiku, aku benar-benar nyaman dalam diriku lagi," tutupnya.

(HiMedik.com/Dwi Citra Permatasari Sunoto)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Virus Ensefalitis Jepang Kembali Muncul di Australia, Ancam Kesehatan Masyarakat

Waspada! Virus Ensefalitis Jepang Kembali Muncul di Australia, Ancam Kesehatan Masyarakat

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 20:38 WIB

Mengenal Lebih Dalam Gangguan Skizofrenia dan Stigma yang Menghantui

Mengenal Lebih Dalam Gangguan Skizofrenia dan Stigma yang Menghantui

Your Say | Sabtu, 02 Desember 2023 | 12:51 WIB

Kisah Warsini, Pasang Behel di Tempat Abal-abal, Kini Malah Alami Infeksi Otak Berbahaya

Kisah Warsini, Pasang Behel di Tempat Abal-abal, Kini Malah Alami Infeksi Otak Berbahaya

Health | Kamis, 02 November 2023 | 19:12 WIB

5 Jenis Gangguan Delusional yang Wajib Kamu Ketahui

5 Jenis Gangguan Delusional yang Wajib Kamu Ketahui

Your Say | Rabu, 18 Januari 2023 | 19:07 WIB

3 Penyebab Delusi yang Wajib Kamu Ketahui

3 Penyebab Delusi yang Wajib Kamu Ketahui

Your Say | Selasa, 17 Januari 2023 | 18:30 WIB

3 Hal yang Mendorong Perilaku Stalking, Butuh Intimasi tapi Tidak Kompeten!

3 Hal yang Mendorong Perilaku Stalking, Butuh Intimasi tapi Tidak Kompeten!

Your Say | Selasa, 27 Desember 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×