Kenali, Ciri-ciri dan Gejala Keracunan Miras Oplosan Metanol

M. Reza Sulaiman

Selasa, 09 Juli 2019 | 08:26 WIB
Kenali, Ciri-ciri dan Gejala Keracunan Miras Oplosan Metanol
Dokter Lintas Batas (MSF) melakukan penyuluhan terkait bahaya miras oplosan di Koja, Jakarta Utara. (Dok. MSF)

Suara.com - Kenali, Ciri-ciri dan Gejala Keracunan Miras Oplosan

Kasus kematian karena minuman keras (miras) oplosan yang dicampur metanol kembali terjadi di Jakarta. Tiga orang warga Koja, Jakarta Utara, meninggal karena keracunan miras oplosan.

Dokter Lintas Batas (MSF) berinisiatif melakukan penyuluhan di wilayah Koja dan sekitarnya, setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Puskesmas Koja. Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada warga terkait bahaya miras oplosan yang bisa menyebabkan kebutaan hingga kematian, hingga ciri-ciri dan gejalanya..

"Sehubungan dengan adanya tiga korban jiwa bulan lalu akibat keracunan metanol, MSF melakukan sosialisasi dan penyadartahuan tentang keracunan metanol di kampung ini,” ujar Lintang Sibarani, staf medis MSF Indonesia.

Metanol sendiri adalah satu jenis alkohol yang banyak digunakan untuk bahan industri dan sebagai campuran di cairan pembersih, thinner, cat, pestisida, bahan bakar serta lainnya.

Hanya dengan dua sendok makan metanol, sudah dapat membunuh. Pencampuran ini biasanya dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin menambah keuntungan dari penjualan miras oplosan.

“Ia bisa menjadi sangat berbahaya ketika masuk ke dalam tubuh karena metanol akan berubah menjadi asam format yang sangat beracun,” jelas Lintang dalam paparannya.

Tahun lalu saja, sebanyak 60 orang meninggal dunia di Cicalengka, Jawa Barat, akibat miras oplosan. Korban keracunan metanol tidak hanya di Indonesia, tetapi terjadi di negara lain misalnya seperti Iran dan India.

Data yang dikumpulkan oleh MSF juga hanya dapat diambil dari pemberitaan di media. Sehingga bisa disimpulkan bahwa data yang ada hanyalah ujung dari gunung es karena biasanya keluarga tidak melaporkan kejadian anggota keluarga yang meninggal dunia akibat alkohol.

Oleh karena itu penting bagi masyarakat juga mengetahui tanda-tanda keracunan metanol. Gejala-gejalanya akan terasa dalam 12 hingga 24 jam setelah minum oplosan, yaitu sakit kepala atau nyeri dada, gangguan pencernaan atau sakit perut, muntah-muntah atau diare, mata buram atau nafas terengah-engah lebih cepat dari biasanya – hingga lebih cepat dari 25 kali per menit.

baca juga
Dokter Lintas Batas (MSF) melakukan penyuluhan terkait bahaya miras oplosan di Koja, Jakarta Utara. (Dok. MSF)
Dokter Lintas Batas (MSF) melakukan penyuluhan terkait bahaya miras oplosan di Koja, Jakarta Utara. (Dok. MSF)

Dua gelaja terakhir ini adalah ciri khusus keracunan metanol. Jika mengalaminya atau anggota keluarga mengalami gelaja ini setelah meminum miras oplosan, segeralah ke rumah sakit dan penting untuk memberikan informasi kepada petugas kesehatan bahwa pasien memiliki riwayat meminum oplosan dalam 12 atau 24 jam sebelumnya.

Kegiatan yang diikuti oleh belasan anak remaja dan ibu-ibu kader PKK serta guru PAUD Kampung Beting ini juga dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Koja dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Desi Priyanthy, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan masuk ke dalam kegiatan-kegiatan yang sudah ada di masyarakat. Sehingga anak-anak yang termarjinalkan mendapatkan informasi yang baik dan benar sehingga dapat menjauhkan mereka dari dampak negatif akibat mengambil keputusan yang buruk karena ketidaktahuan.

"Kami sudah lama berkomunikasi dengan MSF dan saya sampaikan bahwa anak-anak ini punya hak yang sama, tapi kondisinya sebagian dari mereka berada di luar sekolah. Jadi terima kasih MSF sudah terlibat dalam kegiatan mereka di sini," tutup Desi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Miras Oplosan Beracun, 150 Orang Meninggal Dunia

Minum Miras Oplosan Beracun, 150 Orang Meninggal Dunia

News | Senin, 25 Februari 2019 | 06:00 WIB

Tak Hanya di Indonesia, Miras Oplosan Tewaskan 100 Orang Lebih di India

Tak Hanya di Indonesia, Miras Oplosan Tewaskan 100 Orang Lebih di India

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 08:51 WIB

Wanita Pekerja Salon Tewas Usai Pesta Alkohol 70 Persen Campur Sprite

Wanita Pekerja Salon Tewas Usai Pesta Alkohol 70 Persen Campur Sprite

News | Senin, 28 Januari 2019 | 13:03 WIB

Terkini

Ditanya Soal Prioritas Kemenko Barunya, Bahlil: Aku Baru Dilantik Sayang!

Ditanya Soal Prioritas Kemenko Barunya, Bahlil: Aku Baru Dilantik Sayang!

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Jabat Menteri Perindustrian, Sarmuji Akan Prioritaskan Industri Padat Karya

Jabat Menteri Perindustrian, Sarmuji Akan Prioritaskan Industri Padat Karya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:00 WIB

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:55 WIB

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:47 WIB

×