Terapkan Konsep Kesehatan Digital, Ini Tantangannya di Indonesia

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:28 WIB
Terapkan Konsep Kesehatan Digital, Ini Tantangannya di Indonesia
Acara diskusi kerjasama Deloitte, Chapters Indonesia, dan Bahar yang menghadirkan perwakikan Kemenkes RI an Kemenkominfo di Hotel Mulia, Senayan, Kamis, (22/8/2019)

Suara.com - Terapkan Konsep Kesehatan Digital, Ini Hambatan dan Tantangannya di Indonesia

Pelayanan kesehatan berbasis internet atau kesehatan digital kini tengah menjadi tren karena kemampuan daya jangkau yang luas dan cepat. Tapi sayangnya di Indonesia sendiri penerapan belum maksimal.

Dalam acara diskusi kerja sama Deloitte, Chapters Indonesia, dan Bahar yang menghadirkan perwakikan Kemenkes RI an Kemenkominfo serta sektor terkait, terungkap apa saja kesulitan dan tantangan kemajuan e-health di Indonesia.

"Memeriksa jumlah tempat tidur di rumah sakit, akses kesehatan secara tranparansi, rujukan yang terintegrasi, terakhir ada save media ini semua memanfaatkan teknologi, kita layanan masih terbatas," ujar dr. Arsal Hasan, MPH perwakilan Kemenkes di Hotel Mulia, Senayan, Kamis, (22/8/2019).

Di masa depan dr. Arsal berharap para institusi pendidikan kedokteran menjalankan praktik langsung dengan pasien, bersamaan perlindungan keselamatan pasien dengan mempertimbangkan aspek kaidah dan etika tidak diabaikan.

Tidak hanya secara medis, kerja sama lintas stakeholder juga harus dilakukan menggandeng Kemenkominfo, DPR, institusi, dan perusahaan untuk memberikan jaminan perlindungan data pasien agar tidak disalagunakan.

"Saat ini perlindungan data pribadi sedang disusun dan dibahas dengan DPR, ini tujuannya menjaga kerahasiaan data yang selama ini jadi pertimbangan," ungkap Drs. Milikta Java Sembiring selaku perwakilan Kemenkominfo.

"Siapa yang menjaga dan mengelola itu (data) jadi sangat riskan ada peraturan menteri kominfo tentang keamanan informatika, bahwa ada pengatur sektor yang mengatur data yang dipegang (pihak swasta)," lanjut Drs. Milikita.

Sementara itu dari sisi pemain, Presiden Direktur PT Karsa Lintas Buana Dino Bramanto berharap ke depan agar regulasi dan aturan dari pemerintah tidak mempersulit perusahaan untuk berkembang dan memberikan layanan kesehatan yang cepat kepada masyarakat.

baca juga

Seperti salah satu aturan undang-undang misalnya, Dino merasa keberatan dokter atau tenaga ahli harus menggunakan bahasa Indonesia, padahal pasien tidak semuanya orang Indonesia seperti turis mancanegara yang tiba-tiba sakit.

"Jangan sampai regulasi kita menghambat safety dari pasien paling penting, atau digugat masalah hukum padahal permasalahaan bukan di dokter bukan provider tapi ada di high sistemnya, Indonesia belum lebih jelas undang-undangnya," jelas Dino.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, Peningkatan Tekanan Darah dapat Menyebabkan Otak Mengecil!

Hati-hati, Peningkatan Tekanan Darah dapat Menyebabkan Otak Mengecil!

Health | Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:26 WIB

3 Berita Top Kesehatan: Tak Mandi 7 Tahun hingga Makan Rambut

3 Berita Top Kesehatan: Tak Mandi 7 Tahun hingga Makan Rambut

Health | Kamis, 22 Agustus 2019 | 08:15 WIB

Wanita Hamil Muntah-muntah Dikasih Obat Kedaluwarsa, Dinkes DKI Minta Maaf

Wanita Hamil Muntah-muntah Dikasih Obat Kedaluwarsa, Dinkes DKI Minta Maaf

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 21:14 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×