Jangan Dipasung, Psikiater: Tangani Orang Gangguan Jiwa dengan Kasih Sayang

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 16 Januari 2020 | 15:22 WIB
Jangan Dipasung, Psikiater: Tangani Orang Gangguan Jiwa dengan Kasih Sayang
Ilustrasi gangguan mental. [Shutterstock]

Suara.com - Berdasarkan data pemerintah Indonesia, jumlah orang dengan disabilitas psikososial atau kondisi kesehatan mental yang dipasung atau dikurung dalam ruang tertutup pada Juli 2018 mencapai 12.800 kasus. Jumlah ini berkurang dari yang sebelumnya hampir mencapai 18.800 kasus pasung.

Perubahan ini sebagian didorong oleh adanya upaya penjangkauan masyarakat ke lebih dari 16,2 juta keluarga.

Padahal, praktik pasung seperti ini sudah dilarang oleh pemerintah sejak 1977. Menurut Human Rights Watch, penyebabnya adalah adanya stigma serta kurangnya layanan pendukung berbasis komunitas atau layanan kesehatan mental.

Pakar Kesehatan Jiwa Universitas Gadjah Mada, Carla Raymondalexas Machira, akui untuk menangani pasien dengan gangguan jiwa memang tidak mudah, terutama bagi keluarga.

Meski begitu, Carla menekankan untuk tetap mencari pertolongan tenaga profesional agar pasien tidak sering kambuh.

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi (Shutterstock)

"Carilah pertolongan, kalau bisa BPJS, itu untuk finansialnya. Yang kedua adalah temui profesional. Jadi, jangan malu," kata Carla saat ditemui Suara.com di Gedung KPTU FK-KMK UGM.

Bagaimana pun, kata Carla, pengidap gangguan jiwa harus tetap mengonsumsi obat untuk mengurangi gejalanya.

"Jelas dia harus tetap minum obat, untuk gangguan jiwa berat. Mereka juga harus diawasi keluarga. Enggak bisa mereka (menangani diri sendiri)," lanjut Carla.

Carla menambahkan, meski mengalami gangguan jiwa, pasien akan tetap mengerti akan rasa kasih sayang yang diterimanya dari anggota keluarga.

"Jadi kasih sayang itu perlu, mereka tahu, kok, kalau disayang. Sesekali mengamuk itu pasti, tapi dengan kontrol teratur, minum obat teratur, dengan kasih sayang, kesabaran, itu yang seharusnya dilakukan keluarga," imbuhnya.

Ilustrasi lelaki alami kejiwaan. [shutterstock]
Ilustrasi lelaki alami kejiwaan. [shutterstock]

"Sebenarnya, untuk menangani seseorang dengan gangguan jiwa berat tidak hanya berfokus pada pasiennya saja, tetapi juga pada keluarga mereka agar tetap kuat," tutur Carla. Oleh karena itu, para dokter akan selalu menawarkan pengobatan suntikan jangka panjang.

"Kita sering mengatakan kepada keluarga, 'kalau sulit orang dengan gangguan jiwa minum obat, ada kok alternatif dengan suntikan jangka panjang'," ujarnya.

Tujuan dari suntikan ini adalah agar pasien tidak harus melakukan pemeriksaan terlalu sering atau mengonsumsi obat setiap hari. Sehingga penderita tidak harus minum obat tiap hari atau kontrol setiap minggu, bisa dua minggu atau sebulan sekali. Namun tetap harus dalam pengawasan, tidak dapat dilepaskan begitu saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Hanya Kesehatan Fisik,  Gula Juga Memengaruhi Mental

Tidak Hanya Kesehatan Fisik, Gula Juga Memengaruhi Mental

Health | Rabu, 15 Januari 2020 | 17:00 WIB

Kenaikan Gaji Bisa Cegah Kematian Akibat Depresi dan Bunuh Diri, Kok Bisa?

Kenaikan Gaji Bisa Cegah Kematian Akibat Depresi dan Bunuh Diri, Kok Bisa?

Health | Sabtu, 11 Januari 2020 | 08:35 WIB

Keluarga yang Sehat Untuk Kesehatan Mental Sang Anak

Keluarga yang Sehat Untuk Kesehatan Mental Sang Anak

Your Say | Kamis, 09 Januari 2020 | 13:44 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB