Selain Virus Corona, Penyakit Mematikan Ini Juga Berasal dari China

Yasinta Rahmawati

Senin, 27 Januari 2020 | 15:17 WIB
Selain Virus Corona, Penyakit Mematikan Ini Juga Berasal dari China
Virus Corona yang mewabah di Wuhan, China. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah pneumonia yang disebabkan oleh novel coronavirus (nCoV) atau virus corona sedang menjadi perhatian dunia.

Dilaporkan penyebaran virus corona ini berawal dari sebuah pasar hewan laut Huanan di Kota Wuhan, China. Tak hanya menjual hasil tangkapan laut, pasar tersebut juga menjual hewan pengerat seperti kelelawar hingga ular.

Berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, virus ini merupakan virus corona jenis baru yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan akut.

Gejalanya sendiri meliputi sulit bernapas, demam, batuk, irama pernapasan lebih cepat, sakit tenggorokan, hingga pilek.

Hingga kini, angka kematian dan orang terinfeksi virus corona terus meningkat. Seperti dilaporkan NY Times, dilaporkan hingga Minggu (26/1/2020) korban tewas naik menjadi setidaknya 80 dan lebih dari 1.600 kasus terinfeksi.

Sebelum adanya virus corona ini, Anda mungkin ingat bahwa dunia pernah digegerkan oleh wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyakit mematikan ini juga muncul pertama kali di China.

Ilustrasi virus Sars. [Shutterstock]
Ilustrasi virus Sars. [Shutterstock]

Dilansir dari Science News, virus SARS pertama kali dilaporkan pada 2002 di China selatan. SARS diyakini menyebar lewat kelelawar yang menginfeksi musang. Saat itu, diberitakan bahwa orang China memiliki kebiasaan memakan musang.

Pemerintah tidak memperingatkan publik selama berbulan-bulan dan tidak memberi tahu WHO sampai Februari 2003. China akhirnya mulai melakukan tindakan bersama pada musim panas 2003 dan SARS dengan cepat dikendalikan.

Terdapat 8.098 kasus, 774 kematian dan angka kematian sekitar 10 persen. Tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 2004. Sebanyak 84 persen kasus tersebut terjadi di China dan Hong Kong.

baca juga

Sebelum SARS, virus H5N1atau flu burung juga pertama kali dilaporkan dari China. H5N1 sebenarnya muncul secara alami di unggas air liar, tetapi dapat menyebar dengan mudah ke unggas domestik. 

Flu burung menular ke manusia melalui kontak dengan kotoran burung yang terinfeksi, sekresi hidung atau sekresi dari mulut maupun mata.

Penyakit ini pertama kali terdeteksi pada manusia pada tahun 1997 selama wabah unggas di Hong Kong dan sejak itu telah terdeteksi pada unggas dan burung liar di lebih dari 50 negara.

Dilaporkan CDC, penyakit mematikan ini menewaskan sekitar 455 orang dari seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Virus Corona, Ini Alasan Menhub Belum Hentikan Penerbangan ke China

Heboh Virus Corona, Ini Alasan Menhub Belum Hentikan Penerbangan ke China

News | Senin, 27 Januari 2020 | 15:14 WIB

Kata Jokowi soal WNI yang Terjebak Virus Corona di China

Kata Jokowi soal WNI yang Terjebak Virus Corona di China

News | Senin, 27 Januari 2020 | 15:01 WIB

Menkes: 243 WNI di Wuhan Tak Terjangkit Corona karena Orang Kita Kuat-kuat

Menkes: 243 WNI di Wuhan Tak Terjangkit Corona karena Orang Kita Kuat-kuat

News | Senin, 27 Januari 2020 | 15:01 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×