Pria dengan Pendapatan Tinggi Lebih Berisiko Terkena Hipertensi, Kok Bisa?

Silfa Humairah Utami | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 25 Agustus 2020 | 20:00 WIB
Pria dengan Pendapatan Tinggi Lebih Berisiko Terkena Hipertensi, Kok Bisa?
Ilustrasi lelaki bekerja (Pexels/Energepic)

Suara.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Kondisi ini merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 1,13 miliar orang di seluruh dunia mengidap hipertensi. Sebagian besar (dua pertiga) terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Berkaitan dengan hipertensi, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pria yang menerima pendapatan tinggi lebih berisiko terkena hipertensi.

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Jepang dan mereka menganalisis 4.314 karyawan (3.153 pria dan 1.161 wanita) dari 12 tempat kerja telah terdaftar pada 2012.

Semua pekerja tersebut bekerja pada siang hari dan memiliki tekanan darah yang normal.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Kemudian mereka mulai menyelidiki hubungan antara pendapatan dan tekanan darah tinggi selama dua tahun.

Lalu, peneliti membagi peserta studi menjadi empat kelompok berdasarkan pendapatan rumah tangga tahunan mereka, kurang dari 5 juta, 5 hingga 7,9 juta, 8 hingga 9,9 juta, dan 10 juta atau lebih (dalam satuan yen Jepang) per tahun.

Mereka menemukan, pria dalam kelompok pendapatan tertinggi hampir dua kali lebih mungkin terkena tekanan darah tinggi dibandingkan dengan kelompok pendapatan terendah.

Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara pendapatan dan tekanan darah pada perempuan.

Peneliti menemukan bahwa ini berkaitan dengan gaya hidup yang lebih banyak dilakukan para pria, daripada wanita.

Menurut peneliti, pria dengan pendapatan tinggi cenderung mengalami obesitas dan sering mengonsumsi alkohol setiap hari. Kedua perilaku ini merupakan faktor risiko utama hipertensi.

Jepang mencatat ada lebih dari 10 juta orang dengan tekanan darah tinggi di negaranya, dan jumlahnya terus meningkat, kata penulis studi Dr Shingo Yanagiya dari Sekolah Pascasarjana Kedokteran Universitas Hokkaido, Sapporo, Jepang.

Dilansir The Health Site, studi ini dipresentasikan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-84 dari Japanese Circulation Society (JCS 2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti UI Temukan Garam Rumput Laut yang Bisa Turunkan Hipertensi!

Peneliti UI Temukan Garam Rumput Laut yang Bisa Turunkan Hipertensi!

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:55 WIB

Tidak Cuma Penyakit Jantung, Hipertensi Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi!

Tidak Cuma Penyakit Jantung, Hipertensi Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi!

Health | Kamis, 06 Agustus 2020 | 14:22 WIB

Orang Kaya Lebih Berisiko Kena Obesitas dan Hipertensi, Kenapa?

Orang Kaya Lebih Berisiko Kena Obesitas dan Hipertensi, Kenapa?

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 13:22 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB