Studi: Konsumsi Telur Tiap Hari Tingkatkan Risiko Diabetes hingga 60 Persen

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 16 November 2020 | 13:52 WIB
Studi: Konsumsi Telur Tiap Hari Tingkatkan Risiko Diabetes hingga 60 Persen
Ilustrasi telur

Suara.com - Telur sering disebut sebagai salah satu protein sehat untuk dikonsumsi. Namun penelitian dari University of South Australia menunjukkan bahwa konsumsi telur yang berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes.

Melansir Medical Xpress, orang yang rutin mengonsumsi satu atau lebih telur per hari (setara dengan 50 gram) meningkatkan risiko diabetes hingga 60 persen. Studi ini telah diterbitkan pada  British Journal of Nutrition.

"Pola makan adalah faktor yang tampak dan dapat dimodifikasi pada timbulnya diabetes tipe 2, jadi memahami berbagai faktor makanan yang mungkin memengaruhi peningkatan prevalensi diabetes itu cukup penting," kata Ahli epidemiologi dan kesehatan masyarakat, Dr. Ming Li dari UniSA.

Sementara hubungan antara makan telur dan diabetes sering diperdebatkan, penelitian ini bertujuan untuk menilai konsumsi telur jangka panjang dan risiko terkena diabetes. Peningkatan risiko diabetes ditentukan oleh glukosa darah puasa.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa konsumsi telur jangka panjang yang lebih tinggi (lebih dari 38 gram per hari) meningkatkan risiko diabetes di antara orang dewasa China sekitar 25 persen," ujar dokter Li.

"Selain itu, orang dewasa yang rutin makan banyak telur (lebih dari 50 gram, atau setara dengan satu telur per hari) memiliki peningkatan risiko diabetes hingga 60 persen," imbuhnya.

Ilustrasi telur rebus. (Elements Envato)
Ilustrasi telur rebus. (Elements Envato)

Dokter Li mengatakan bahwa konsumsi telur yang lebih tinggi terkait dengan risiko diabetes pada orang dewasa China. Efek tersebut juga lebih terasa pada perempuan dibandingkan pria.

"Untuk mengalahkan diabetes, diperlukan pendekatan multisection yang tidak hanya mencakup penelitian, tetapi juga seperangkat pedoman yang jelas untuk membantu menginformasikan dan membimbing publik," kata dokter Li.

Dalam hal ini para peneliti menegaskan bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan sebab akibat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Olahraga Terbaik untuk Kontrol Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes

Ini Olahraga Terbaik untuk Kontrol Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes

Health | Senin, 16 November 2020 | 12:34 WIB

Cegah Kembung dan Sembelit, Coba 4 Hal Ini Usai Makan Berat dan Berminyak

Cegah Kembung dan Sembelit, Coba 4 Hal Ini Usai Makan Berat dan Berminyak

Health | Senin, 16 November 2020 | 12:56 WIB

Dikenal Sehat, 5 Asupan Ini Seharusnya Tak Dikonsumsi saat Perut Kosong

Dikenal Sehat, 5 Asupan Ini Seharusnya Tak Dikonsumsi saat Perut Kosong

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB