Ampuh Tangkal Penyakit, Inilah 5 Makanan Tersehat Sepanjang Masa

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 20 November 2020 | 06:15 WIB
Ampuh Tangkal Penyakit, Inilah 5 Makanan Tersehat Sepanjang Masa
Tips belanja sayuran online. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan ini dapat melawan penyakit, meningkatkan fungsi kekebalan, meningkatkan suasana hati, dan membantu menurunkan berat badan. Kabar baiknya, makanan ini dapat ditemukan secara mudah di sekitar Anda.

Dilansir Eat This, berikut produk makanan tersehat sepanjang masa yang sangat baik untuk kesejahteraan hidup Anda:

1. Minyak zaitun

Sebuah studi yang terbit dalam jurnal PLOS ONE menunjukkan orang yang mengikuti diet Mideterania, pola makan yang kaya minyak zaitun, menunjukkan penurunan risiko sindrom metabolik sebesar 35 persen, dan 43 persen risiko peningkatan berat badan.

Penelitian ini juga menunjukkan asam oleat dalam minyak zaitun dapat mengurangi lemak perut.

Tiga jenis kacang lentil. (Wikipedia)
Tiga jenis kacang lentil. (Wikipedia)

2. Lentil

Lentil merupakan pati resisten, sejenis serat fungsional yang mencerna makanan dengan lambat. Saat melewati saluran pencernaan, pati resisten memicu pelepasan asetat, molekul di usus yang memberi tahu otak kapan harus berhenti makan.

Dalam satu studi menemukan pola makan kaya makanan penstabil gula darah seperti lentil dapat mengurangi peradangan terkait penyakit hingga 22 persen.

3. Oatmeal

baca juga

Sebuah studi 10 tahun yang terbit di American Journal of Public Health menemukan mengonsumsi satu posi oatmeal dua hingga empat kali seminggu menghasilkan penurunan risiko diabetes tipe 2 hingga 16 persen.

Konsumsi semangkuk setiap hari dapat menurunkan risiko hingga 39 persen.

Studi lain dari Colorado State University juga menunjukkan bahwa oatmeal menurunkan kadar kolesterol "jahat" LDL lebih efektif daripada gandum.

4. Apel dengan kulit

Banyak penelitian menunjukkan polifenol, senyawa di dalam kulit apel, mendorong pertumbuhan bakteri 'ramah' usus yang membantu menurunkan berat badan hingga menurunkan kolesterol.

Ilustrasi makan apel (Shutterstock)

Studi lain menunjukkan memakan dua apel berukuran sedang mengurangi kolesterol 'jahat' LDL sebesar 23 persen.

5. Tomat

Tomat kaya akan likopen, antioksida, yang menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, kerusakan kulit, dan kanker tertentu. Kandungan ini akan meningkat setelah tomat dimasak dan diproses.

Satu studi menunjukkan pria yang makan lebih dari 10 porsi tonat seminggu memiliki risiko 18 persen lebih rendah terkena kanker prostat.

Dampaknya pada perempuan adalah menurunkan risiko kanker payudara saat pascamenopause karena meningkatkan adiponektin, yakni hormon yang terlibat dalam mengatur kadar gula darah dan lemak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kombinasi Sayuran Hijau dan Anggur Merah Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Kombinasi Sayuran Hijau dan Anggur Merah Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Health | Kamis, 05 November 2020 | 08:48 WIB

Seperti Rokok, 4 Sayuran Ini Juga Mengandung Nikotin

Seperti Rokok, 4 Sayuran Ini Juga Mengandung Nikotin

Jakarta | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:57 WIB

Duh, Ternyata 5 Sayuran Ini Bisa Jadi Racun Jika Berulang Kali Dipanaskan

Duh, Ternyata 5 Sayuran Ini Bisa Jadi Racun Jika Berulang Kali Dipanaskan

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×