Ahli Ingatkan Vaksin Oxford Bisa Buat Orang Tak Terlindungi dari Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 10 Desember 2020 | 14:30 WIB
Ahli Ingatkan Vaksin Oxford Bisa Buat Orang Tak Terlindungi dari Covid-19
Ilustrasi virus corona, vaksin covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Para ilmuwan di seluruh dunia telah berusaha mencari vaksin yang tepat dan aman untuk virus corona Covid-19. Vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford pun dinilai ampuh melawan virus corona.

Hasil uji coba fase 3 vaksin Oxford menunjukkan kemanjurannya melawan virus corona sebesar 70,4 persen. Lalu, kemanjuran vaksin Oxford akan meningkat 90 persen setelah suntikan kedua.

Artinya, suntikan dosis pertama vaksin hanya menghasilkan kekebalan yang rendah dan akan meningkat siginifikan ketika suntikan kedua. Tapi, para ahli memperingatkan bahwa hal itu berisiko membuat orang tidak terlindungi dari virus corona Covid-19.

Dr Julian Tang, seorang Ahli Virologi Klinis di University of Leicester, menjelaskan kemanjuran vaksin yang rendah pada suntikan pertama berisiko membuat sebagian besar orang yang rentan tidak terlindungi setelah vaksin.

"Mereka yang sudah mendapatkan suntikan vaksin virus corona pasti akan berpikir bahwa mereka sudah kebal dan bisa berperilaku bebas. Hal ini bisa membuat mereka berpotensi tertular virus corona karena kekebalannya masih rendah," jelas Dr Julian dikutip dari Mirror UK.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Meski begitu, pemerintah Inggris menyarankan semua warganya mendapatkan suntikan vaksin virus corona Covid-19 yang telah disetujui. Menurut Dr Julian, vaksin virus corona aman dan efektif sekaligus memberikan perlindungan terbaik dari virus corona.

Dr Julian juga memperingatkan bahwa data lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan tingkat kemanjuran vaksin virus corona Oxford pada orang tua atau lansia.

Sebanyak 11.636 relawan dalam uji coba fase 3 vaksin Covid-19 dari Oxford adalah mereka yang rentang usianya 18-55 tahun. Sedangkan, relawan yang berusia 56 tahun ke atas hanya 12 persen.

"Belum ada cukup data yang mengonfirmasi kemanjuran vaksin Oxford pada mereka yang berusia di atas 55 tahun," jelasnya.

baca juga

Karena itu, Dr Julian berpendapat kemanjuran vaksin virus corona buatan Oxford masih membutuhkan data lebih banyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makin Membludak, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 3.627 Pasien Positif Corona

Makin Membludak, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 3.627 Pasien Positif Corona

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 11:49 WIB

Natalan di Musim Corona, Pemprov DKI Batasi Jemaat di Gereja 50 Persen

Natalan di Musim Corona, Pemprov DKI Batasi Jemaat di Gereja 50 Persen

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 11:46 WIB

Studi: Diet Keto Bisa Turunkan Risiko Virus Corona Covid-19

Studi: Diet Keto Bisa Turunkan Risiko Virus Corona Covid-19

Banten | Kamis, 10 Desember 2020 | 11:22 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×