Pandemi Covid-19, Haruskah Pasien Kanker Menunda Perawatan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 29 Januari 2021 | 10:31 WIB
Pandemi Covid-19, Haruskah Pasien Kanker Menunda Perawatan?
Ilustrasi kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Orang dengan usia lanjut atau penyakit penyerta (komorbid) diketahui merupakan yang rentan terinfeksi Covid-19. Selain lebih rentan terinfeksi, dua kelompok tadi juga berisiko mengalami keparahan jika terinfeksi.

Seperti misalnya para pasien kanker yang juga termasuk kelompok rentan. Tentunya pandemi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mereka ketika ingin melakukan pengobatan.

Lantas, haruskah pasien kanker menunda perawatan selama masa pandemi Covid-19? Dalam Virtual Press Conference Run For Hope 2021” yang diadakan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Kamis, (28/1/2021), Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR.Dr.Aru Wisaksono Sudoyo, pertimbangan untuk menghentikan perawatan pasien kanker tergantung pada kondisi dan ancaman penyakit tersebut.

"Menurut WHO kita utamakan Covid-19 dulu. Apakah pengobatan itu ditunda dan sebagainya bergantung pada tingkat ancaman terhadap jiwa yang tinggi, menengah dan rendah," kata Aru.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Sederhananya, pasien kanker dengan tingkat ancaman yang rendah akan lebih diutamakan untuk pengobatan Covid-19 terlebih dahulu.

Aru mencontohkan jika ancaman tinggi seperti adanya tumor di pernapasan, maka penanganan terhadap hal itu yang mesti diutamakan. Meski demikian, kebanyakan ancaman yang ada menengah hingga rendah.

"Mereka yang sedang kemoterapi ancaman terhadap jiwanya kecil, jadi upayakan pengobatan Covid-19 terlebih dahulu. Kemoterapi bisa ditunda sampai cukup aman untuk dilakukan,"

Aru menjelaskan bahwa kemoterapi akan menurunkan daya tahan tubuh dan tidak baik untuk kesehatan. Sehingga perawatan terhadap Covid-9 yang diutamakan.

Sementara itu, mereka yang mengalami kemoterapi juga kerap mengalami kerontokan pada rambut. Hal ini juga yang membuat MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menginisiasi Hair to Share, dalam rangka World Cancer Day selama bulan Februari.

baca juga

Direktur MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dr. Adityawati Ganggaiswari, M. Biomed, mengatakan bahwa melalui kegiatan terseut, pihaknya juga berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit kanker.

Sambil di sisi lain mengobarkan semangat bagi para pejuang kanker di Indonesia agar tetap menjalani hidup sehat dan produktif. Adapun hasil dari rambut yang didonasikan akan dibuatkan wig untuk pasien kanker yang membutuhkannya, melalui Yayasan Kanker Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Belum Usai Covid-19, Kini Muncul Virus Nipah

Duh! Belum Usai Covid-19, Kini Muncul Virus Nipah

Jawa Tengah | Jum'at, 29 Januari 2021 | 05:30 WIB

Industri Sepatu Rumahan Lesu di Masa Pandemi

Industri Sepatu Rumahan Lesu di Masa Pandemi

Video | Kamis, 28 Januari 2021 | 19:11 WIB

Jumlah Temuan ODHA Sepanjang 2020 Menurun Akibat Pandemi Covid-19

Jumlah Temuan ODHA Sepanjang 2020 Menurun Akibat Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 18:53 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×