Cukup 1 Kali Suntikan Vaksin Pfizer Cegah Penularan Virus Corona 75 Persen

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:59 WIB
Cukup 1 Kali Suntikan Vaksin Pfizer Cegah Penularan Virus Corona 75 Persen
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa hanya satu suntikan vaksin Pfizer bisa menurunkan transmisi virus corona Covid-19 hingga 17 persen. Para ilmuwan di Universitas Cambridge menemukan, satu kali suntikan vaksin Covid-19 bisa mengurangi jumlah kasus asimtomatik 4 kali lipat.

Tim peneliti mengamati tes virus corona dari petugas rumah sakit yang divaksinasi dan tidak divaksinasi selama 2 minggu. Mereka pun melihat hasil penelitian yang mengejutkan.

Studi itu menemukan 13 petugas medis positif virus corona dari 3.535 kurang dari 12 hari setelah suntik vaksin Covid-19. Lalu, hanya 4 dari 1.989 petugas medis yang positif virus corona terdeteksi setelah 12 hari vaksin Covid-19.

"Ini adalah kabar bagus. Karena, vaksin Pfizer tidak hanya memberikan perlindungan terhadap penyakit SARS-CoV-2, tetapi juga membantu mencegah infeksi, mengurangi potensi penularan virus corona ke orang lain," kata Dr Mike Weekes, spesialis penyakit menular di CUH dan Departemen Kedokteran Universitas Cambridge dikutip dari The Sun.

Ketika tim peneliti memasukkan petugas perawatan kesehatan yang bergejala, hasil analisis mereka menunjukkan pengurangan yang serupa.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Mereka melihat 56 dari 3.282 petugas layanan kesehatan yang tidak divaksinasi dinyatakan positif virus corona, dibandingkan dengan 8 dari 1.997 petugas layanan kesehatan pada 12 hari setelah vaksinasi menurun 4-3 kali lipat.

Temuan ini mendukung hasil studi yang terpisah dari Public Health England, yang menemukan vaksin Pfizer mampu mengurangi kasus virus corona Covid-19 lebih dari 72 persen dalam 21 hari setelah suntikan pertama.

"Ini kabar yang baik bagi staf medis di rumah sakit maupu pasien, yang diyakini bahwa vaksinasi massal sekarang ini mencegah meningkatnya kasus asimtomatik virus corona, selain penyakit simptomatik," kata Dr Nick Jones, pendaftar penyakit menular/mikrobiologi di CUH.

Prof. Jonathan Ball, Profesor Virologi Molekuler, Universitas Nottingham, mengatakan telah melihat penurunan tingkat infeksi virus corona setelah suntikan pertama vaksin Pfizer sangat mengesankan dan menunjukkan bahwa vaksinasi benar-benar menawarkan solusi.

baca juga

"Penting untuk memahami penurunan risiko infeksi virus corona Covid-19 terjadi di semua kelompok risiko pajanan, termasuk dalam penelitian ini," jelasnya.

Dr Mary Ramsay, kepala imunisasi di Public Health England, mengatakan ada tanda-tanda bahwa tingkat kematian dan perawatan medis rumah sakit untuk kelompok usia yang divaksinasi menurun.

Dr Mary, mengatakan sekarang ada bukti vaksin Covid-19 yang mengurangi risiko infeksi sistematis pada orangtua 3 minggu setelah suntik. Ia melihat ada perlindungan lebih tinggi terhadap bentuk penyakit yang lebih parah.

"Kami sudah mulai melihat tanda-tanda tingkat kematian dan rawat inap pada kelompok usia yang divaksinasi menurun," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Perbedaan Vaksinasi Gotong Royong dengan Vaksin Pemerintah

Ini Perbedaan Vaksinasi Gotong Royong dengan Vaksin Pemerintah

Health | Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:55 WIB

Studi AS: Risiko Penularan Virus Corona Covid-19 di Rumah Rendah

Studi AS: Risiko Penularan Virus Corona Covid-19 di Rumah Rendah

Health | Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:04 WIB

Waspada, 3  Efek Samping Vaksin Covid-19 Bisa Menyebabkan Kondisi Parah

Waspada, 3 Efek Samping Vaksin Covid-19 Bisa Menyebabkan Kondisi Parah

Health | Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:50 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB