Waspada, Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Tingkatkan Risiko Masalah Jantung

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 04 Maret 2021 | 11:23 WIB
Waspada, Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Tingkatkan Risiko Masalah Jantung
Ilustrasi makanan berlemak (Elements Envato)

Suara.com - Sudah diketahui bahwa makanaan tinggi lemak tidaklah baik untuk kesehatan. Namun sebuah penelitian baru menunjukkan konsumsi makanan tinggi lemak bisa berefek pada kesehatan jantung.

Melansir dari Healthshots, makanan tinggi lemak dapat mengaktifkan respons jantung yang menyebabkan kerusakan dan serangan jantung. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang terbit pada Biochemical and Biophysical Research Communications.

Para peneliti mengamati efek dari memberi tikus pola makan tinggi lemak pada tingkat stres oksidatif pada sel-sel jantung. Tim dari University of Reading menemukan bahwa sel-sel dari tikus memiliki dua kali lipat jumlah stres oksidatif dan menyebabkan sel-sel jantung menjadi 1,8 kali lebih besar karena hipertrofi jantung yang terkait dengan penyakit jantung.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otot yang membentuk jantung. Tampaknya peralihan terjadi pada tingkat sel ketika tikus diberi makan makanan berlemak tinggi yang menyebabkan protein tidak berbahaya yakni Nox2 menjadi terlalu aktif," ujar penulis pertama penelitian, Dr Sunbal Naureen Bhatti dari University of Reading.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

"Sifat pasti bagaimana protein Nox2 bekerja menyebabkan kerusakan oksidatif dan memicu hipertrofi destruktif masih diteliti, kami benar-benar baru mengetahui bagaimana protein Nox2 merespons pola makan tetapi penelitian kami dengan jelas menunjukkan bahwa diet tinggi lemak berpotensi menyebabkan kerusakan signifikan pada jantung," tambah Bhatti.

Para peneliti fokus pada protein kunci Nox2 yang diyakini terkait dengan peningkatan stres oksidatif di jantung. Studi ini menemukan bahwa tikus yang diberi makanan tinggi lemak memiliki aktivitas Nox2 dua kali lipat di mana menyebabkan jumlah spesies oksigen reaktif (ROS).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Virus Corona Serang Otot Sel Jantung, Bisa Picu Komplikasi Kronis

Studi: Virus Corona Serang Otot Sel Jantung, Bisa Picu Komplikasi Kronis

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 12:19 WIB

Studi: Tidak Semua Kolesterol Baik Itu Menyehatkan, Apa Maksudnya?

Studi: Tidak Semua Kolesterol Baik Itu Menyehatkan, Apa Maksudnya?

Health | Senin, 01 Maret 2021 | 15:20 WIB

Bacaan Doa Niat Puasa Senin Kamis, Puasa yang Disebut Bisa Cegah Stroke

Bacaan Doa Niat Puasa Senin Kamis, Puasa yang Disebut Bisa Cegah Stroke

News | Minggu, 28 Februari 2021 | 21:26 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB