Bukan Hanya Pasangan, Toxic Relationship Juga Bisa Terjadi di Keluarga

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Minggu, 14 Maret 2021 | 19:21 WIB
Bukan Hanya Pasangan, Toxic Relationship Juga Bisa Terjadi di Keluarga
Ilustrasi: pola asuh orangtua beracun

Suara.com - Hubungan beracun atau toxic relationship tak hanya bisa terjadi pada pasangan kekasih tetapi juga keluarga.

Pada umumnya, toxic relationship di lingkup keluarga terjadi antara orangtua dan anak di mana orangtua cenderung menerapkan pola asuh beracun atau yang biasa disebut toxic parent.

Orangtua beracun, umumnya gemar membandingkan kesuksesan antaranak atau dengan orang lain baik itu dari segi keuangan, kepintaran, hingga kemandiriannya.

Tanpa mereka ketahui, hal tersebut dapat mengendurkan semangat dan rasa percaya diri anak. Anak juga bisa merasa ragu dengan potensi yang ada di dalam dirinya.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Dilansir dari Birght Side, kehidupan anak yang berada di lingkungan toxic parent, akan memengaruhi kehidupan dewasanya kelak.

Bukan berarti tidak bisa sembuh, hal ini bisa disembuhkan lho! Berikut ini adalah empat cara menyembuhkan diri dari keluarga yang beracun.

1. Berhenti menyenangkan keluarga
Bukan menjadi anak yang durhaka dan tidak nurut dengan orangtua. Paling tidak, coba untuk setop berusaha menyenangkan keluarga yang beracun dan malah menghilangkan potensi diri sendiri.

Untuk melakukannya, kamu bisa mencoba melakukan semua hal sendiri dengan rasa percaya dirimu sendiri. Melakukan ini bukan berarti kamu tidak butuh arahan orangtua. Kamu hanya perlu yakin bahwa kamu punya jalan sendiri, agar bisa bebas sesuai rencana.

2. Berhenti mengkritik diri sendiri
Jika kamu dikritik oleh orangtua, bisa jadi dua: kritik untuk membangun atau justru kritik untuk menjatuhkan. Jika mendapat kritik yang menjatuhkan, tentu itu bisa meredupkan potensi dan rasa percaya diri. Tak hanya itu, anak yang terjebak kritikan orangtua cenderung gemar mengkritisi diri sendiri.

Coba cari jalan keluar agar kamu bisa mengambil sisi positif untuk rencana yang kamu mau. Tapi ingat, jika kritik orangtua membangun, tetap dengarkan ya!

3. Beri batasan untuk diri sendiri
Jika kamu memberi batasan diri, kamu tidak akan diperlakukan seenaknya. Hal ini dapat menciptakan ruang fisik sekaligus ruang emosional antara orangtua dan anak. Ingat, hubungan yang harusnya dibangun antara orangtua dan anak adalah rasa hormat dan tidak saling memperlakuan seenaknya.

4. Jangan berbagi apa yang kamu punya
Jika kamu punya masalah dan kamu butuh orangtua untuk bercerita, ingat ada orangtua yang bisa memahami dan ada juga yang tidak. Tak jarang ada saja orangtua yang justru menyalahkan dan tidak memberikan solusi.

Jika kamu tak ingin disalahkan, jangan berbagi apa yang kamu punya tentang apa yang kamu rasakan. Kalau tidak cukup, cari teman dekat yang paham dan tahu kondisimu, jika orangtuamu tidak terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkenal Bangsa yang Disiplin, Ini 5 Pola Asuh Anak Jepang yang Bisa Ditiru

Terkenal Bangsa yang Disiplin, Ini 5 Pola Asuh Anak Jepang yang Bisa Ditiru

Your Say | Jum'at, 05 Maret 2021 | 11:08 WIB

Hindari Toxic Relationship, Perhatikan 4 Ciri Ini

Hindari Toxic Relationship, Perhatikan 4 Ciri Ini

Your Say | Selasa, 02 Maret 2021 | 10:32 WIB

5 Pola Asuh Anak Ratu Elizabeth yang Ditiru Kate Middleton

5 Pola Asuh Anak Ratu Elizabeth yang Ditiru Kate Middleton

Lifestyle | Selasa, 02 Maret 2021 | 07:14 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB