7 Tips Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pembohong

Risna Halidi, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 31 Maret 2021 | 17:37 WIB
7 Tips Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pembohong
Ilustrasi anak dan kebiasaan berbohong. (Shutterstock)

Suara.com - Berbohong merupakan kebiasaan yang umumnya dimulai saat seseorang masih sangat muda. Makin tua, kemampuan berbohong bisa semakin luar biasa berkat terlatih berbohong bertahun-tahun.

Untuk itu penting bagi orangtua dan sekolah untuk mengajari anak tidak berbohong dan menanamkan kebiasaan jujur sejak kecil.

Pada akhirnya, karakter mereka akan sangat bergantung pada kemampuan bersikap transparan, jujur, dan keengganan untuk membengkokkan kebenaran. Berbohong adalah kebiasaan, begitu pula kejujuran.

Di bawah ini adalah beberapa tips bagaimana mengajarkan anak untuk tidak berbohong dan menjauhkan mereka dari perilaku menipu seperti yang dilansir melalui Lifehack.

Ilustrasi anak penderita autis. (Unsplash)
Ilustrasi anak dan orangtua. (Unsplash)

1. Jadilah teladan kebenaran
Salah satu cara paling efektif untuk mengajar anak tidak berbohong adalah dengan menjadi teladan yang baik. Anak cenderung mencontoh perilaku orangtua atau pengasuhnya. Jika mereka melihat orangtua sering berbohong, anak akan tumbuh dengan keyakinan bahwa perilaku ini diperbolehkan.

2. Terlalu jujur berbeda dengan menjadi benar
"Pakaianmu adalah pakaian paling jelek yang pernah saya lihat." Ini mungkin jujur, tetapi apakah benar bicara blak-blakan seperti itu di hadapan orang lain? Tentu saja tidak. Hanya karena menurut Anda baju itu jelek, bukan berarti perlu dikatakan.

Anak-anak perlu mempelajari perbedaan antara kejujuran brutal yang tidak diperlukan dan mengatakan yang benar. Jika informasi tersebut akan menyakiti perasaan seseorang dan tidak diperlukan, kemungkinan besar informasi itu tidak perlu diungkapkan.

Jika anak Anda tidak terlalu memahami konsep ini, mainkan beberapa skenario dan tanyakan apa yang harus mereka lakukan dalam setiap situasi.

3. Berbohong ada konsekuensinya
Ada konsekuensi jika sengaja berbohong, terutama ketika harus mengatakan yang sebenarnya tentang hal-hal yang dapat membuat mereka bermasalah. Beri tahu anak bahwa ada pengurangan konsekuensi jika mereka mengatakan hal benar.

baca juga

4. Jangan beri label anak Pembohong
Sekali lagi, berbohong adalah kebiasaan, jadi bantu anak berkata benar dan bersikap jujur. Berikan cara dan jalan keluar bagi mereka untuk mengatakan yang sebenarnya. Jangan memojokkan mereka dan kemudian menyebut mereka sebagai pembohong. Ini tidak membantu membangun karakter yang baik dalam jangka panjang.

Alih-alih memojokkan mereka, putar balik ke situasi di mana Anda membantu mereka mengatakan yang sebenarnya. Mengatakannya dengan nada lembut dan bukan nada menghukum dapat membantu anak mengatakan yang sebenarnya. Anda ingin mereka memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya sendiri.

5. Upah kejujuran dengan pujian
Jika Anda menyebut anak Anda pembohong, mulai membalik citra mereka. Carilah contoh ketika mereka benar dan jujur. Katakan kepada mereka bahwa mereka adalah anak yang baik dan jujur. Lakukan ini berulang kali untuk memperkuat perilaku positif anak.

Gunakan penguatan positif dengan memuji anak ketika mereka jujur, terutama dalam situasi yang sulit. Jika mereka mengerjakan tes dengan buruk dan mereka mendapat nilai buruk, pujilah mereka karena telah jujur. Biarkan anak tahu bahwa Anda menghargai kejujurannya dan sekarang Anda tahu yang sebenarnya, Anda dapat membantunya sebelum ujian berikutnya atau memberinya les.

6. Biarkan anak tahu manusia tempatnya salah
Setiap orang membuat kesalahan dalam hidup. Tidak ada yang sempurna. Kita perlu memberi tahu anak-anak kita bahwa kita tidak mengharapkan kesempurnaan dari mereka. Orangtua hanya ingin mereka jujur ketika membuat kesalahan dalam hidup sehingga orangtua dapat membantu mereka melalui banyak hal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Jenis Candaan yang Tanpa Kamu Sadari Bisa Merusak Mental Anak

5 Jenis Candaan yang Tanpa Kamu Sadari Bisa Merusak Mental Anak

Your Say | Rabu, 31 Maret 2021 | 11:31 WIB

Prilly Latuconsina Pamer Isi Rumah Rp20 Miliar, Kamar Orangtua Dibuat Mewah

Prilly Latuconsina Pamer Isi Rumah Rp20 Miliar, Kamar Orangtua Dibuat Mewah

Lifestyle | Rabu, 31 Maret 2021 | 09:08 WIB

Tren Organic Parenting dari Finlandia, Apa Itu dan Bagaimana Menerapkannya?

Tren Organic Parenting dari Finlandia, Apa Itu dan Bagaimana Menerapkannya?

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 18:36 WIB

Terkini

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

×