Belum Ada Transmisi Komunitas, Kemenkes Mulai Antisipasi Meluasnya Kasus Varian Omicron

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Kamis, 16 Desember 2021 | 12:52 WIB
Belum Ada Transmisi Komunitas, Kemenkes Mulai Antisipasi Meluasnya Kasus Varian Omicron
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Kementerian Kesehatan telah mengonfirmasi terkonfirmasi kasus positif Omnicron di Indonesia dan lima kasus suspek Omnicron yang saat ini masih menunggu hasil.

Meski begitu, Menteri Kesehatan Budi Sadikin Gunadi mengungkap jika sampai saat ini belum ada transmisi komunitas yang ditemui. Untuk memastikan hal tersebut secara cepat, pihaknya akan melakukan sampling Whole Genome Sequencing (WGS) secara lebih ketat.

"Orang yang tertular ini memang tinggal di asrama Wisma Atlet, sehingga kita isolasi di asrama. Tapi sampai sekarang kita belum lihat adanya transmisi komunitas," ungkapnya dalam keterangan pers Kementerian Kesehatan Kamis (16/12/2021).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan, kata dia, akan meningkatkan persentasi WGS bagi seluruh kasus konfirmasi yang terjadi.

Jika biasanya hanya 5 persen yang dilakukan WGS, saat ini, dari 200-300 kasus yang terkonfirmasi, 10 persennnya akan dilakukan di WGS, sehingga identifikasi kasus Omnicron dapat diketahui lebih cepat.

"Kedua kita menggencarkan reagen PCR SGTF (Spike Gene Target Failure) karena PCR ini bisa memberikan seperti marker atau indikasi dini, bahwa kalau tes PCR-nya positif kemungkinan besar omnicron," jelas dia.

Dengan PCR SGTF, kata dia, hasilnya memang bisa diperoleh lebih cepat, yakni sekitar dalam 4-6 jam. Sementara untuk WGS dibutuhkan 5-7 hari.

Selain meningkatkan persentasi WGS dan menggencarkan PCR SGTF, Menkes juga mengimbau agar masyarakat menghindari bepergian keluar negeri.

"Kurangi perjalanan ke luar negeri yang tidak penting, karena penyebaran Omnicron ini terbukti sangat cepat. Di Inggris, yang tadinya 10 sehari, naik seratusan sehari, sekarang sudah 70 ribu per hari. Ini lebih tinggi dari yang terjadi pada kasus puncak di Indonesia pada bulan Juli yang mencapai 50 ribu sehari. Jadi, penularannya sangat cepat," tutup dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Omicron Masuk Indonesia, Menkes: Tidak Usah Khawatir dan Panik

Varian Omicron Masuk Indonesia, Menkes: Tidak Usah Khawatir dan Panik

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:51 WIB

7 Arahan WHO Agar Terhindar dari Virus Corona Varian Omicron

7 Arahan WHO Agar Terhindar dari Virus Corona Varian Omicron

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:38 WIB

Menkes Budi Gunadi Sebut Masih Ada 5 Kasus Probable Varian Omicron di Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sebut Masih Ada 5 Kasus Probable Varian Omicron di Indonesia

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 12:32 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×