facebook

Kejadian Kehamilan Ektopik Langka, Janin Wanita Ini Tumbuh di Dalam Hati

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Kejadian Kehamilan Ektopik Langka, Janin Wanita Ini Tumbuh di Dalam Hati
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Kehamilan ektopik merupakan sel telur yang dibuahi tertanam dan tumbuh di luar rongga utama rahim.

Suara.com - Ketika pada umumnya janin tumbuh di rahim, wanita asal Kanada ini mengalami kejadian aneh di mana bayinya berkembang di hati.

Kasus langka ini pertama kali tercatat dalam sebuah laporan medis di tahun 2012. Namun menjadi viral setelah seorang dokter membahasnya di TikTok beberapa waktu ini.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa seorang wanita 33 tahun memeriksakan diri ke klinik setelah mengalami pendarahan menstruasi selama 14 hari berturut-turut.

Kondisi ini terjadi pada 49 hari setelah periode menstruasi terakhirnya, lapor New York Post.

Baca Juga: Manfaat Rebusan Air Kunyit untuk Ibu Hamil, Saat Lahir Bayi Bersih dari Lemak

"Apa yang mereka temukan adalah janin di dalam hati," ujar dokter anak Michael Narvey, yang menjadikan kasus ini menjadi konten TikTok.

Kehamilan ektopik di hati (TikTok)
Kehamilan ektopik di hati (TikTok)

Kondisi ini adalah kehamilan ektopik yang langka. Menurut laporan dari Mayo Clinic, kehamilan ektopik merupakan sel telur yang dibuahi tertanam dan tumbuh di luar rongga utama rahim.

Gejalanya bisa berupa pendarahan vagina, nyeri panggul dan perut, yang umumnya meningkat seiring pertumbuhan janin.

Dokter Narvey menjelaskan bahwa biasanya kehamilan ektopik terjadi di tuba fallopi, dan dalam kasus yang jarang terjadi, dapat meninggalkan sel telur dan menempel di dinding perut. Namun, kasus wanita ini lebih jarang terjadi.

"Kadang-kadang kami melihat ini di area perut, tidak pernah di hati. Ini pertama kalinya untukku," kata Narvey, yang bekerja di Institut Penelitian Rumah Sakit Anak Manitoba.

Baca Juga: Benarkah Berhubungan Seks di Pagi Hari Tingkatkan Peluang Hamil?

Kejadian medis ini terbukti berbahaya bagi ibu dan janin karena embrio jarang dapat berkembang dengan baik di luar rahim.

Sementara dokter dapat menyelamatkan nyawa sang ibu, mereka tidak dapat menyelamatkan sang janin, menurut laporan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar