Tak Bikin Gemuk, Simak Kiat Memilih Camilan saat Puasa

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 23 April 2022 | 19:25 WIB
Tak Bikin Gemuk, Simak Kiat Memilih Camilan saat Puasa
Ilustrasi Memilih Camilan saat Puasa. (Shutterstock)

Suara.com - Puasa Ramadhan bukan berarti kamu nggak bisa ngemil. Justru camilan dibutuhkan karena bermanfaat untuk mengontrol nafsu makan hingga menjaga rasa tidak nyaman di perut setelah berpuasa.

Dikatakan Nutrisionis Widya Fadila, M.KM, dalam memilih camilan, kita perlu banyak pertimbangan, agar tidak jadi bumerang bagi tubuh, seperti menyebabkan diabetes, sakit ginjal, hingga obesitas.

Berikut ini tips memilih camilan saat puasa dari Widya, agar bermanfaat bagi tubuh dan tidak memicu kenaikan berat badan:

1. Pilih Camilan Bukan Sekedar Manis
Widya mengakui bahwa mengonsumsi makanan atau minuman dengan pemanis setelah puasa memang membantu memulihkan energi dan menyegarkan tenggorokkan.

"Namun, sebisa mungkin para ibu harus mengetahui pemanis apa yang digunakan dari makanan atau minuman yang akan dikonsumsi," ujar Widya dalam acara Kampanye #BenarBenarAsliAlami Kata Oma, beberapa waktu lalu.

2. Hindari Kandungan Pemanis Buatan
Pemanis buatan atau pemanis sintetis, meski tidak langsung berdampak, tapi akan menimbulkan masalah jangka panjang seperti kenaikan berat badan, obesitas, hingga memicu kanker.

"Para ibu bisa memilih untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami seperti gula aren. Gula aren merupakan pemanis alami yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa karena bisa meningkatkan energi dengan cepat dan tahan lama, serta mengandung zat besi & vitamin B," jelasnya lagi.

3. Patuhi Asupan Gula Harian
Tubuh manusia memiliki batas toleransi mengolah gula. Inilah sebabnya organisasi kesehatan dunia atau WHO menyarankan asupan gula sehari hanya 10 persen dari total asupan energi atau kalori.

"Kebutuhan energi harian perempuan dewasa 2150 hingga 2250 kalori, sementara lelaki dewasa 2625 hingga 2725 kalori. Sehingga batas asupan gula dalam sehari berkisar 200 hingga 250 kalori. Sedangkan satu sendok makan gula atau 15 gram atau 60 kalori, jadi sehari sekitar 3 hingga 4 sendok makan," paparnya,

baca juga

4. Pakai Konsep 60:40 saat Buka Puasa dan Sahur
Konsep 60:40 yang dimaksud, asupan kalori 60 persen dari asupan harian dikonsumsi saat buka puasa. Sedangkan 40 persen sisanya dikonsumsi saat sahur.

"Pengaturannya seperti ini, untuk buka puasa terdiri dari takjil manis 10 persen, makanan utama 30 persen, dan camilan 10 persen setelah tarawih. Sedangkan untuk sahur 40 persen terdiri dari makanan utama 30 persen dan camilan 10 persen," terang Widya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Hari Raya Lebaran, Produsen Eggroll di Bantul Ini Kebanjiran Pesanan

Jelang Hari Raya Lebaran, Produsen Eggroll di Bantul Ini Kebanjiran Pesanan

Jogja | Kamis, 21 April 2022 | 20:27 WIB

7 Jajanan Jadul Ini Tetap Eksis Sampai Sekarang, Ada Camilan Favoritmu?

7 Jajanan Jadul Ini Tetap Eksis Sampai Sekarang, Ada Camilan Favoritmu?

Your Say | Selasa, 19 April 2022 | 19:33 WIB

5 Daftar Camilan yang Cocok Disantap ketika Hujan

5 Daftar Camilan yang Cocok Disantap ketika Hujan

Your Say | Jum'at, 15 April 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×