Apa Itu Operasi Rekonstruksi Payudara, Bisa Bikin Tampilan Dada Pasien Kanker Balik Normal

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 27 Juli 2022 | 15:18 WIB
Apa Itu Operasi Rekonstruksi Payudara, Bisa Bikin Tampilan Dada Pasien Kanker Balik Normal
Ilustrasi Operasi Rekonstruksi Payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara menjadi salah satu momok bagi perempuan dengan kanker payudara. Tapi dengan majunya teknologi kesehatan, kini pasien bisa menjalani operasi rekonstruksi payudara.

Operasi ini dinilai bisa memulihkan tampilan payudara usai menjalani mastektomi, karena sel kanker sudah menggerogoti tubuhnya, khususnya di bagian payudara.

Salah satu metode yang digunakan dalam operasi rekonstruksi payudara yaitu teknik operasi bedah mikro, yang bermanfaat untuk mencegah sekaligus menghilangkan bengkak di lengan usai payudara diangkat.

Pembengkakan terjadi karena terganggunya aliran kelenjar limfa atau getah bening, yang hasilnya lengan membesar 2 hingga 3 kali dari ukuran normal.

"Hanya saja prosedur rekonstruksi payudara ini tidak diperuntukkan bagi semua perempuan, namun merupakan hak dari setiap perempuan untuk mengetahui dan mendapatkan pilihan rekonstruksi setelah operasi pengangkatan kanker payudara,” ujar Konsultan Bedah Mikro Rekonstruksi dan Oncoplasty, dr. Mohamad Rachadian Ramadan, BMedSc melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (27/7/2022).

Dokter yang berpraktik di RS Eka Hospital BSD ini menerangkan ada dua pilihan metode operasi rekonstruksi payudara, yakni pemasangan implan silikon payudara dan rekonstruksi menggunakan jaringan tubuh milik sendiri atau flap.

Operasi ini bisa dilakukan bersamaan, segera setelah prosedur mastektomi, atau ditunda di waktu yang akan datang.

Untuk mendapatkan hasil terbaik atau mendekati ukuran dan bentuk payudara normal, umumnya perlu dilakukan beberapa kali tindakan operasi.

Khusus untuk metode flap yang memanfaatkan jaringan tubuh pasien dari perut, punggung, bokong atau paha dan dipindahkan ke dada, umumnya menghasilkan payudara yang lebih natural.

“Teknik operasi ini menciptakan payudara lembut yang natural dan hangat, namun tak bisa dipungkiri memang akan meninggalkan bekas luka di bagian tubuh lainnya, yang tentunya akan diusahakan tersamar," jelas dr. Rachadian.

Tapi karena hasilnya cukup baik, tindakan flap ini butuh waktu operasi, perawatan, dan pemulihan yang lebih lama dibanding metode tanam implan yang lebih singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Gejala Kanker Payudara Tak Selalu Benjolan, Berikut Cara Pengobatannya

9 Gejala Kanker Payudara Tak Selalu Benjolan, Berikut Cara Pengobatannya

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 13:24 WIB

5 Sebab Payudara Kendur, Bagaimana Mengatasinya?

5 Sebab Payudara Kendur, Bagaimana Mengatasinya?

Health | Sabtu, 23 Juli 2022 | 13:55 WIB

Kini Semakin Banyak Orang Australia Memilih Kremasi daripada Pemakaman

Kini Semakin Banyak Orang Australia Memilih Kremasi daripada Pemakaman

News | Kamis, 21 Juli 2022 | 16:46 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB