Suara.com - Kebiasaan menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di rumah, termasuk cara anak menggunakan dan membuang sampah plastik. Orang tua dapat mengenalkan kebiasaan ini sejak dini agar anak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari.
Anak bisa mulai belajar membawa botol minum sendiri, menggunakan kotak makan berulang kali, hingga memilah sampah setelah selesai makan. Kebiasaan tersebut akan lebih mudah diterapkan jika orang tua turut memberikan contoh secara konsisten.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membiasakan anak bijak menggunakan plastik.
1. Biasakan Membawa Botol Minum dan Kotak Makan Sendiri
Saat pergi ke sekolah atau beraktivitas di luar rumah, anak bisa dibiasakan membawa botol minum dan kotak makan yang dapat digunakan berulang kali.
Selain membantu mengurangi kebutuhan kemasan sekali pakai, kebiasaan ini juga mengajarkan anak untuk menyiapkan dan menjaga barang miliknya sendiri.
2. Ajarkan Anak Memilah Sampah
Orang tua dapat mengenalkan perbedaan sampah plastik, kertas, sisa makanan, dan jenis sampah lainnya dengan cara sederhana.
Sediakan tempat sampah terpisah di rumah dan ajak anak membuang sampah sesuai kategorinya. Agar lebih mudah dipahami, orang tua bisa menggunakan label atau gambar yang menarik.
3. Kenalkan Kebiasaan Menggunakan Barang Secara Berulang
Tidak semua barang plastik harus langsung dibuang setelah sekali digunakan. Anak dapat diajak memahami bahwa wadah tertentu bisa digunakan kembali selama masih layak, bersih, dan aman.
Namun, penggunaan ulang perlu disesuaikan dengan jenis barangnya. Kemasan yang dirancang untuk sekali pakai tidak selalu aman digunakan berulang kali.
4. Ajak Anak Memahami Dampak Sampah Plastik
Penjelasan mengenai sampah plastik tidak harus disampaikan dengan cara menakut-nakuti. Orang tua bisa menggunakan cerita, buku bergambar, atau kegiatan sederhana untuk menjelaskan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan.
Anak juga dapat diajak mengamati lingkungan sekitar dan mendiskusikan cara menjaga kebersihannya.
5. Berikan Contoh dan Apresiasi Kebiasaan Baik Anak
Anak cenderung belajar dari perilaku orang-orang di sekitarnya. Karena itu, orang tua perlu menunjukkan kebiasaan yang sama, seperti membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memilah sampah.
Apresiasi sederhana ketika anak melakukan kebiasaan tersebut juga dapat membantu membangun motivasi. Fokusnya bukan menuntut anak selalu sempurna, melainkan membantunya memahami dan menjalankan kebiasaan baik secara bertahap.
Anak Bisa Menjadi Penggerak di Lingkungannya
Pembiasaan peduli lingkungan juga dapat diperluas melalui kegiatan di sekolah. Anak tidak hanya belajar mengelola sampah untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan serupa.

Salah satu inisiatif yang mendorong peran tersebut adalah program #BijakPlastikSejakDini yang diinisiasi Mondelz Indonesia. Memasuki tahun keenam pada 2026, program ini mengembangkan peran siswa sebagai duta yang diharapkan dapat menjadi contoh dan menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Hingga Juni 2026, program tersebut telah menjangkau 23 sekolah dan melibatkan lebih dari 5.700 siswa. Dalam periode 2021 hingga Juni 2026, sebanyak 50,2 ton sampah plastik berhasil dikumpulkan.
Kepedulian terhadap lingkungan pada akhirnya tidak harus dimulai melalui kegiatan besar. Membawa botol minum sendiri, memilah sampah, dan menggunakan barang dengan bijak bisa menjadi langkah sederhana yang dikenalkan kepada anak setiap hari.