RI Masuk Daftar 15 Negara Terancam Resesi, Yuk Kenali Penyebab dan Dampaknya

Indotnesia

Jum'at, 15 Juli 2022 | 16:29 WIB
RI Masuk Daftar 15 Negara Terancam Resesi, Yuk Kenali Penyebab dan Dampaknya
Pixabay/ geralt

Indotnesia - Bloomberg merilis survei “Recession Risk Climbs for Some Asian Economies” menunjukan daftar negara yang terancam. Salah satu negara yang dicantumkan dalam survei tersebut adalah Sri Lanka dan Indonesia.

Dalam survei itu, Sri Lanka ada di urutan paling atas dengan potensi mengalami resesi hingga mencapai 85 %. Sementara Indonesia berada dalam urutan ke-14 dengan persentase resesi 3%.

Daftar 15 negara terancam resesi, yaitu Sri Lanka 85%, New Zealand 33%, Korea Selatan 25%, Jepang 25%, China, Hongkong, Australia, Taiwan, Pakistan 20%, Malaysia 13%, Vietnam dan Thailand 10%, Filipina 8%, Indonesia 3%, dan India 0%.

Meskipun menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indonesia terbilang aman, tetapi tetap membuat masyarakat Indonesia khawatir. Bahkan #NKRIBangkrut pun ramai di Twitter. Akan tetapi, sebenarnya apa itu resesi dan bagaimana dampaknya?

Apa itu resesi?

Melansir dari Forbes, resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang telah berlangsung  lama, baik berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. 

Sementara mengutip dari Britannica, resesi ekonomi adalah penurunan dalam siklus bisnis yang ditandai dengan penurunan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Bahkan bisa menyebabkan pengeluaran dan pendapatan rumah tangga menurun yang berdampak pada masa depan.

Penyebab resesi

Resesi menjadi bagian dari siklus bisnis yang tidak bisa dihindari  begitu saja. Hal itu, bergantung bagaimana tiap negara meminimalisir risiko yang dapat menyebabkan resesi.

baca juga

Sudah disebutkan sebelumnya, bukan hanya karena satu kejadian. Forbes menyebutkan enam aktivitas yang dapat memicu suatu negara mengalami resesi.

1. Guncangan Ekonomi

Adanya guncangan ekonomi secara tiba-tiba, dapat menyebabkan suatu negara mengalami resesi. Misalnya seperti pandemi akibat wabah virus corona yang menyerang banyak negara, sedangkan negara tidak siap menghadapi hal tersebut.

2. Utang yang Sangat Tinggi

Ketika suatu bisnis atau bahkan negara terlalu banyak berutang dan tidak bisa segera membayarnya, maka utang tersebut akan terus meningkat hingga bisa membuat bangkrut.

3. Gelembung aset

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

15 Negara yang Berpotensi Mengalami Resesi, Bagaimana dengan Indonesia?

15 Negara yang Berpotensi Mengalami Resesi, Bagaimana dengan Indonesia?

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2022 | 20:57 WIB

Terkini

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga

Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:20 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Pakar Beri Peringatan Soal Tren Sunscreen di Media Sosial

Pakar Beri Peringatan Soal Tren Sunscreen di Media Sosial

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:15 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim

Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah

Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah

Entertainment | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:09 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×