Kegigihannya untuk mencerdaskan perempuan juga dicapainya dengan membuka lebih banyak sekolah untuk anak perempuan dan berbicara atas nama kelompok wanita Muslim.
Perjuangan dalam menanamkan nasionalisme dan anti-kolonialisme lewat tulisannya berbuah manis, setelah Indonesia kemudian memperoleh kemerdekaannya lewat berbagai perjuangan banyak pihak.
Ia meninggal di Jakarta pada 2 November 1965 dan dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas jasa-jasa perjuangannya pada tahun 1974.