indotnesia

Mengenal Perbedaan Anxiety dan Anxiety Disorders Berserta Gejalanya

Indotnesia Suara.Com
Minggu, 30 April 2023 | 10:48 WIB
Mengenal Perbedaan Anxiety dan Anxiety Disorders Berserta Gejalanya
Istilah anxiety memang populer di kalangan milenial dan Gen-Z. (Pixabay)

Indotnesia - Pada Minggu (30/4/2023), jagat Twitter ramai membicarakan tentang anxiety. Istilah tersebut memang populer di kalangan milenial dan Gen-Z.

Di samping anxiety, ternyata ada juga kondisi kesehatan mental yang dikenal sebagai anxiety disorders. Lalu, apa perbedaan dari keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya seperti dikutip dari MedlinePlus dan Medical News Today.

Anxiety atau kecemasan pada dasarnya adalah emosi natural dan umum dirasakan. Namun, kecemasan itu juga tak jarang menimbulkan gejala fisik seperti gemetar dan berkeringat.

Jadi anxiety atau kecemasan adalah perasaan takut, ngeri, dan gelisah. Jantung terkadang berdetak lebih cepat. Kecemasan ini merupakan reaksi normal terhadap stres, misalnya merasa cemas menghadapi masalah di tempat kerja, cemas sebelum mengikuti ujian, atau cemas sebelum membuat keputusan penting.

Sementara anxiety disorders atau gangguan kecemasan adalah kondisi di mana kecemasan tidak kunjung hilang dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Bahkan, gejala-gejalanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti produktivitas kerja, tugas sekolah, dan hubungan dengan orang lain.

Gejala Anxiety Disorders

Melansir Mayo Clinic, kecemasan dan perasaan panik memang sulit dikendalikan. Untuk mencegahnya, kamu bisa saja memilih untuk menghindari tempat atau situasi yang memicu kecemasan.

Namun, kamu perlu waspada jika kecemasan berubah menjadi gangguan kecemasan. Berikut gejala-gejala umum anxiety disorders:

  • Merasa gugup, gelisah, atau tegang
  • Memiliki rasa bahaya, kepanikan, atau malapetaka yang akan terjadi
  • Jantung berdetak cepat
  • Bernapas dengan cepat atau hiperventilasi
  • Berkeringat
  • Gemetaran
  • Merasa lemah dan lelah
  • Sulit berkonsentrasi atau memikirkan hal lain
  • Sulit tidur
  • Mengalami masalah pencernaan
  • Sulit mengendalikan rasa khawatir
  • Dorongan untuk menghindari hal-hal yang memicu kecemasan

Kamu harus segera mendapat bantuan profesional jika mengalami hal di bawah ini:

  1. Merasa khawatir berlebihan dan mengganggu pekerjaan, hubungan dan aktivitas lainnya
  2. Kecemasan dan ketakutan membuat kamu kesal dan sulit dikendalikan
  3. Merasa depresi hingga memiliki masalah dengan minuman beralkohol bahkan obat-obatan terlarang
  4. Merasa kecemasan menimbulkan masalah kesehatan fisik
  5. Memiliki perasaan ingin bunuh diri

Segera hubungi dokter atau bantuan konsultasi psikologi untuk membantu mengatasi masalah ksehatanmu.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Tang Wei, Pemenang Best Actress Baeksang Arts Awards 2023

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI