indotnesia

Kasusnya Meningkat di DIY, Kenali Gejala dan Tahap Pengobatan Sifilis

Indotnesia Suara.Com
Jum'at, 19 Mei 2023 | 09:42 WIB
Kasusnya Meningkat di DIY, Kenali Gejala dan Tahap Pengobatan Sifilis
Tidak berbeda dengan penyakit infeksi menular seksual lainnya, penularan sifilis bisa melalui kontak seksual yang nggak aman. (Pexels/Gustavo Fring)

Penderita juga mengeluhkan gejala seperti rambut rontok, nggak nafsu makan, berat badan turun, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar limpa. Ini berlangsung 1-3 bulan bahkan hingga 1 tahun.

Pada tahap ini, sifilis biasanya diobati dengan antibiotik injeksi tunggal, seperti penisilin. Dalam kebanyakan kasus, satu dosis antibiotik akan cukup untuk mengobati infeksi ini. 

Setelah pengobatan, pasien akan menjalani tes tindak lanjut untuk memastikan bahwa infeksi telah sembuh sepenuhnya.

Sifilis Laten Dini dan Sifilis Laten Awal:

Gejala sifilis biasanya akan hilang sementara jika tidak diobati. Namun, dalam 2-3 tahun infeksi berkembang menjadi sifilis tersier karena bakteri nggak hilang dari tubuh.

Pada tahap ini, ketika infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh namun tidak menunjukkan gejala, perawatan melibatkan rangkaian dosis antibiotik yang lebih lama. 

Penisilin tetap menjadi antibiotik pilihan, dan perawatan berlangsung selama beberapa minggu untuk memastikan bahwa bakteri Treponema pallidum telah dihancurkan.

Sifilis Tersier:

Gejala muncul bertahun-tahun setelah terinfeksi pertama kali. Sifilis tersier adalah tahap lanjut sifilis yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ vital.

Baca Juga: Lirik Lagu Dream Babymonster yang Jadi Trending YouTube

Ini menginfeksi berbagai organ vital, bahkan menyebabkan kerusakan otak, peradangan di selaput otak dan tulang belakang, kebutaan, pembengkakan pembuluh darah, kelumpuhan hingga kematian.

Pengobatan sifilis tersier tergantung pada kerusakan yang telah terjadi. Terapi yang direkomendasikan mungkin melibatkan dosis antibiotik yang lebih tinggi atau prosedur medis lainnya untuk mengatasi komplikasi yang terkait dengan tahap ini.

Sifilis Kongenital atau Sifilis pada Bayi:

Ibu pengidap sifilis dapat menularkan sifilis pada bayi yang di kandungan sehingga menyebabkan keguguran atau kematian segera setelah bayi lahir. Bayi yang hidup namun menderita sifilis dapat mengalami gangguan pendengaran, gangguan otak, pembengkakan hati dan limpa, kelainan batang hidung, dan bagian tulang lainnya.

Pengobatan sifilis yang tepat sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih lanjut dan mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain.

Selain itu, pengobatan yang diberikan pada tahap awal infeksi akan memberikan hasil yang lebih baik dan mengurangi risiko komplikasi yang berpotensi terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI