Mengenal Apa Itu Skema Ponzi dan Cara Menghindarinya

Indotnesia

Sabtu, 24 Juni 2023 | 14:59 WIB
Mengenal Apa Itu Skema Ponzi dan Cara Menghindarinya
Pengertian skema ponzi dan cara menghindarinya. (Freepik/rawpixel)

Indotnesia - Saat ini modus penipuan semakin beragam seiring perkembangan jaman. Bahkan, tawaran untuk mendapatkan uang berkali-kali lipat secara cepat juga sering menjadi penawaran pamungkas dalam menarik korban.

Selain itu, ada pula tawaran untuk investasi melalui platform digital yang beragam. Investasi memang penting untuk mempersiapkan masa depan lebih baik.

Sayangnya, sejumlah orang masih mudah tergiur investasi yang bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat secara instan, tetapi ternyata hal itu termasuk dalam skema Ponzi.

Oleh sebab itu, banyak korban investasi yang justru tidak mendapatkan keuntungan besar, tetapi malah menderita kerugian finansial karena menjadi korban penipuan.

Nah, agar tidak terjebak dalam iming-iming investasi yang menerapkan skema Ponzi dan dapat merugikan, pelajari lebih lanjut tentang apa itu skema Ponzi dan cara menghindarinya.

Apa Itu Skema Ponzi?

Skema Ponzi adalah bentuk penipuan investasi yang dinamakan berdasarkan Charles Ponzi, seorang penipu terkenal pada awal abad ke-20. 

Skema ini didasarkan pada janji pengembalian investasi yang sangat tinggi dan tidak realistis kepada investor awal dengan menggunakan uang yang diinvestasikan oleh investor baru.

Skema Ponzi umumnya melibatkan satu orang atau kelompok orang yang menawarkan kesempatan investasi yang menjanjikan tingkat pengembalian yang sangat tinggi dalam waktu singkat. 

baca juga

Mereka meyakinkan calon investor dengan menyatakan bahwa dana mereka akan diinvestasikan dalam bisnis yang menguntungkan seperti perdagangan valuta asing, properti, komoditas, atau program investasi lainnya.

Awalnya, investor awal mungkin menerima pengembalian yang tinggi sesuai dengan yang dijanjikan. 

Ketika aliran uang dari investor baru tidak lagi dapat memenuhi kewajiban pengembalian investasi kepada investor awal, skema tersebut kolaps dan banyak investor kehilangan uang mereka.

Sebagian besar investor baru tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya menjadi bagian dari skema penipuan hingga sudah terlambat.

Cara Menghindari Skema Ponzi

1. Lakukan Penelitian yang Teliti

Selalu lakukan penelitian yang cermat sebelum berinvestasi dalam suatu program atau bisnis. Pelajari tentang perusahaan, manajemen, sejarah, dan kinerjanya. 

Periksa apakah perusahaan terdaftar dan diatur oleh otoritas keuangan yang berwenang. Jika ada tawaran investasi yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, waspadalah.

2. Waspadai Janji Pengembalian yang Tidak Realistis

Jika suatu investasi menjanjikan tingkat pengembalian yang sangat tinggi dan tidak realistis dalam waktu singkat, itu bisa menjadi tanda bahaya. 

Perhatikan apakah janji tersebut masuk akal berdasarkan kondisi pasar dan investasi yang sebenarnya. Jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu tidak benar.

3. Hati-hati terhadap Skema Piramida

Skema Ponzi sering dikaitkan dengan skema piramida. Hindari program investasi yang mendasarkan pengembalian kepada merekrut investor baru daripada hasil investasi yang sah.

Skema piramida tidak berkelanjutan dan pada akhirnya akan runtuh, menyebabkan kerugian bagi banyak orang.

4. Pahami Bagaimana Investasi Berfungsi

Penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana investasi beroperasi dan menghasilkan pengembalian. 

Pelajari tentang berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lainnya. Jika tidak yakin, konsultasikan dengan penasihat keuangan yang dapat memberikan panduan dan saran yang objektif.

5. Jaga Kewaspadaan terhadap Tekanan

Hindari investasi yang mendorong untuk mengambil keputusan segera atau memberikan tekanan berlebihan. 

Skema Ponzi sering menggunakan taktik persuasif untuk membuat terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi tanpa waktu yang cukup untuk mempertimbangkan risiko dan konsekuensinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada Penipuan Calo Tiket Konser, Perhatikan 5 Tips Berikut Sebelum Membeli

Waspada Penipuan Calo Tiket Konser, Perhatikan 5 Tips Berikut Sebelum Membeli

Indotnesia | Kamis, 18 Mei 2023 | 21:20 WIB

Awas! Modus Baru Penipuan Berkedok Undangan Nikah, Jangan Asal Klik

Awas! Modus Baru Penipuan Berkedok Undangan Nikah, Jangan Asal Klik

Indotnesia | Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:58 WIB

Waspada Penipuan di WhatsApp Berkedok Kurir Paket, Jangan Asal Klik!

Waspada Penipuan di WhatsApp Berkedok Kurir Paket, Jangan Asal Klik!

Indotnesia | Selasa, 06 Desember 2022 | 14:43 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×