Indotnesia - Tiap tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Apresiasi Kucing Oren atau Ginger Cat Appreciation Day. Lantas, apa saja sih keunikan anabul satu ini?
Melansir United Press Internasional (UPI), peringatan Hari Apresiasi Kucing Oren digagas oleh seorang Insinyur asal Amerika Serikat bernama Chris.
Dia memiliki seekor anak kucing liat yang diambilnya bernama Doobert. Setelah 17 tahun bersama, kucing oren itu meninggal di tahun 2014.
Atas kecintaannya terhadap Doobert, Chris mendirikan perusahaan di bidang teknologi informasi yang bertujuan untuk menolong kucing liar.
Sementara, kucing oren memiliki tempat tersendiri di hati warga Indonesia. Makhluk menggemaskan ini sering dijuluki kucing oyen.
Lantas, apa saja keunikan kucing oren?
1. Sering muncul di media sosial Presiden RI
Beberapa kali Pak Joko Widodo mengunggah postingan yang menampilkan sosok si kucing oyen. Karena itu, anabul ini jadi semakin eksis.
2. Bukan ras khusus
Meski memiliki warna yang khas, tetapi kucing oren bukan merupakan ras tertentu, seperti Persia, British, dsb. Warna oren bulunya disebabkan dominasi gen rambut merah.
3. Cukup agresif
Kucing oren yang sering ditemukan cenderung lebih agresif dari anabul lainnya. Mereka cukup banyak bersuara.
4. Kebanyakan berjenis kelamin jantan
Sebanyak 8 dari 10 kucing oren berjenis kelamin jantan. Hal itu disebabkan kromosom X yang memberi warna kemerahan pada bulu kucing oyen.
Demikian keunikan kucing oren dan 1 September diperingati untuk mengapresiasinya.