Indotnesia - Stanford University berencana untuk membuka sekolah di Indonesia, tepatnya di IKN Nusantara yang akan datang.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengatakan telah menerima dan menandatangani Letter of Intent (LoI) atau kerjasama untuk pembangunan sekolah berkelanjutan atau Stanford Doerr School of Sustainability (SDSS) di Ibukota Negara Nusantara.
Kabar tersebut turut dikonfirmasi oleh Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono.
“Stanford University ingin membuat sekolah berkelanjutan atau Stanford Doerr School of Sustainability (SDSS) di IKN Nusantara,” ungkapnya seperti dikutip dari Antara.
Dia juga mengatakan bahwa keputusan kampus yang berpusat di Amerika Serikat itu juga turut didukung oleh para alumninya. Nantinya bentuk kerjasama ini bakal menjadi terobosan baru di sektor pendidikan.
“Iya, jadi terobosan untuk sektor pendidikan,” katanya.
Rencana Stanford Doerr School of Sustainability (SDSS) pun disambut baik oleh OIKN keran dianggap sebagai bentuk perhatian perkembangan anak bangsa di Indonesia.
Melansir Antara, bahkan Kepala OIKN Bambang Susantono mengaku tidak sabar terkait perkembangan kerjasama tersebut.
Tak hanya dari pihak Indonesia, Dekan Stanford Doerr School of Sustainability juga mengaku terkesan dan ambisius dalam kerja sama ini.
Baca Juga: Yura Yunita Panik Gegara Kopernya Ketahan di Bandara: Manggung Pake Baju Apa Dong?!
Pemilihan IKN sebagai salah satu lokasi pembangunan SDSS lantaran peran penting Indonesia dalam transisi rendah karbon secara global dan janjinya mencapai emisi nol bersih di tahun 2060.
Melansir laman resmi Stanford University telah berdiri sekitar 150 tahun atas dasar tujuan sosial. Kampus tersebut didirikan oleh Leland dan Jane Stanford.
Stanford memiliki misi besar, yaitu berkontribusi pada dunia dengan mendidik siswa untuk menjalani kehidupan kepemimpinan dan kontribusi yang terarah, memajukan pengetahuan dasar dan menumbuhkan kreativitas, dan mempercepat solusi serta memperkuat dampaknya.
Kampus ini juga telah melahirkan banyak alumni besar, seperti Presiden AS Herbert Hoover dan Perdana Menteri Inggris saat ini Rishi Sunak.