Kompetisi Liga 1 2023/2024 bakal dikuasai oleh pelatih-pelatih luar negeri atau pelatih asing.
Dari 18 klub, 14 diantaranya menggunakan jasa juru taktik asing dan hanya tiga klub yang memakai jasa pelatih lokal.
Mayoritas pelatih asing merupakan lanjutan dari musim lalu seperti Persija Jakarta (Thomas Doll), Persis Solo (Leonardo Medina), Persib Bandung (Luis Milla), PSIS Semarang (Gilber Agius) maupun Borneo FC yang masih ditangani Pieter Huistra.
Sementara tiga klub tersebut yang menggunakan jasa pelatih lokal adalah Barito Putera (Rahmad Darmawan), Persebaya Surabaya (Aji Santoso) dan Arema FC (Joko Susilo). Sementara satu tim yakni Bhayangkara FC belum menunjuk pelatih kepala.
Padahal musim lalu, masih ada sembilan pelatih lokal yang bertarung di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, meski tak sedikit yang gagal berprestasi.
"Musim lalu ada 9 palatih lokal, kini hanya 3 pelatih lokal yang tersisa di Liga 1," tulis postingan akun Instagram @garudafansbook.
Sontak saja, kondisi itu mendapat tanggapan dari warganet. Tak sedikit yang meminta pelatih lokal untuk meningkatkan kemampuan daripada hanya nyinyir di belakang.
"Pelatih lokal asyik membuat grup, nyadar harusnya kelas mereka tuh sebates liga 2," tulis @dth***.
"Liga 1 menolak pelatih lokal timnas malah di suruh lokal wkwkwkwk," tambah @11.00***.
Baca Juga: Indra Priawan Gak Tahu Rizky Billar, Nikita Willy Ngakak
"Nggak ada yang teriak lokal pride untuk pakai pelatih lokal nih?," timpal @bagus****.
"Dari pada ngributin kursi pelatih timnas senior yang cuma 1 mending noh rebutin kursi pelatih liga 1 kalo mampu. Sosoan kritik STY nglatih klub liga 2 aja dipecat," tulis @spinn**** soal pelatih lokal di Liga 1.