Loyalis Anies Baswedan, Musni Umar, menyoroti pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah yang mengatakan cita-cita PDIP menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen bersambut dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Cita-cita tersebut juga yang nantinya akan diteruskan oleh bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo jika terpilih menjadi presiden periode 2024-2029.
Pasalnya, fakir miskin dan anak terlantar yang dipelihara negara merupakan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hal itu termaktub dalam Pasal 34 Ayat 1 yang mengatur kewajiban negara dalam menjamin terpenuhinya hak atas kebutuhan dasar warga negara yang miskin dan tidak mampu.
"Maka tugas itu adalah tugas ideologis itu artinya baik Bapak Presiden kita, Bapak Presiden Jokowi maupun Bapak Ganjar Pranowo adalah presiden rakyat. Maka ia adalah presiden rakyat, bukan presiden PDI Perjuangan," ujar Said di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2023).
Menanggapi hal itu, Musni menyoroti PDIP yang sudah memperoleh kemenangan sebanyak tiga kali dalam ajang Pemilu di era reformasi.
Ia merinci pada tahun 1999, PDIP meraih kemenangan 33,12% (153) kursi di DPR dan Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden selama tiga tahun.
Pada tahun 2014, PDIP meraih kemenangan 22,26% (109 kursi di DPR) dan pada Pemilu 2019 meraih kemenangan 19,33% (128 kursi di DPR).
Itu menunjukkan bahwa PDIP telah tiga kali diberi mandat oleh rakyat. Sayangnya, selama diberi mandat tersebut, orang miskin dan anak terlantar masih merana.
“Berarti PDIP 3 kali diberi amanah oleh rakyat Indo. untuk memimpin Indo. Fakta, nasib orang miskin (wong cilik) dan anak terlantar masih merana,” ujar Musni, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @musniumar pada Kamis (8/6/2023).
Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rilis September 2022, jumlah org Miskin di Indonesia 26,36 juta jiwa dengan garis kemiskinan yg rendah sebesar Rp.535.547/bulan atau Rp.17. 852/hari.
Sosiolog itu juga menyoroti Trisakti Presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno. “Selain itu, Trisakti Bung Karno, yg terjadi, Indonesia semakin tergantung pada impor & asing serta utang semakin menggunung. Meningkatnya utang secara signifikan tdk diiringi dengan berkurangnya jumlah orang miskin dan pengangguran,” ujar Musni.