Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, mengomentari perihal ancaman kekacauan sebagai akibat batalnya Anies Baswedan menjadi calon presiden.
Ia mempertanyakan anggapan seolah Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili penguasa
“Sejak kapan PKS, Nasdem dan Demokrat mewakili penguasa?” ujar Teddy, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @TeddGus pada Sabtu (17/6/2023).
Menurutnya, jika pendukung Anies hendak marah karena Anies batal jadi calon presiden, maka sasaran yang seharusnya adalah tiga partai pengusung Anies sendiri.
“Kalau pendukung Anies mau marah jika @aniesbaswedan tidak jadi capres, ya sama 3 Partai tersebut, karena hanya mereka yang bisa menjegal anies,” sambung Teddy.
Selain itu, adalah hak NasDem, Demokrat, dan PKS untuk membatalkan dukungannya terhadap Anies sehingga hal itu tidak bisa disebut sebagai upaya penjegalan.
“Lagian kalaupun Nasdem, PKS dan Demokrat gak jadi mencalonkan anies, itu hak mereka dan itu bukan menjegal,” ujar Teddy.
“Tolol kalau sampai marah, karena memaksakan hak Partai Politik yang dilindungi UU. Lebih tolol lagi kalau 3 Partai itu tidak jadi mencalonkan Anies lalu yang disalahkan pemerintah,” sambungnya.
Menurut Penasehat Wakil Presiden RI 2009 – 2013 bidang Telaah Strategi, Abdillah Toha, penjegalan terhadap Anies bisa berdampak pada marahnya puluhan juta pendukung Anies dan membuat kekacauan di negeri ini.
“Jika Anies berhasil dijegal dan gagal maju sebagai capres, pernah terpikir tidak oleh penguasa yg menjegal bhw berapa puluh juta pendukung Anies yg akan marah dan membuat kekacauan di negeri ini?” ujar Abdillah Toha, di akun Twitter @AT_AbdillahToha pada Jumat (16/6/2023).