Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti bakal calon presiden (bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang melakukan blusukan ke DKI Jakarta.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus justru mengungkit 5 tahun kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Jhon Sitorus menyinggung bahwa warga Pademangan yang kerap mengeluh ke Ganjar saat blusukan ke DKI Jakarta itu memang tidak pernah diperhatikan sejak 2017.
"5 tahun warga Pademangan tidak pernah diperhatikan sejak 2017. Gubernurnya hanya sibuk bongkar pasang halte-halte untuk selfie dengan anggaran milyaran," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Senin (26/6).
Jhon Sitorus pun mengatakan bahwa ada kesenangan dari warga saat Ganjar Pranowo melakukan blusukan. Bahkan, Ganjar Pranowo pun mengupayakan untuk membantu persoalan yang dikeluhkan warga Pademangan.
"Maka begitu Ganjar blusukan, warga langsung senang dan dialog. Terimakasih pak Ganjar sudah mendengarkan keluhan warga Pademangan," pungkasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa Ganjar Pranowo kerap mendapati keluhan dari para pedagang di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menyikapi hal tersebut, Ganjar Pranowo pun langsung menelfon orang nomor satu di DKI Jakarta yakni Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait adanya aduan dari masyarakat.
Selain dari para pedagang di pasar, Ganjar Pranowo pun mendapatkan keluhan dari warga Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Adapun terkait keluhan warga itu, Ganjar Pranowo heran karena di-bully setelah menyambungkan keluhan pedagang pasar ke pimpinan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Pernyataan ini Ganjar sampaikan setelah blusukan ke dalam gang-gang kecil dan lembab di RW 05 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (24/6/2023).
Diketahui, pada Sabtu (24/6/2023), di sela-sela blusukan ke Pasar Bahari, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ganjar menelepon Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi dan Sekda Pemprov DKI Joko Agus Setyo.
"Karena kemarin saya datang ke salah satu pasar saya telepon Pak (Pj) Gubernur DKI, saya telepon Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal, terus di-upload, kok di-bully ya?," ujar Ganjar merasa heran.