Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti pernyataan dari mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, bahwa penegakan hukum di Indonesia sekarang-sekarang ini jada perbedaan dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones mengatakan bahwa memang betul penegakan hukum saat ini atau era Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu berbeda dengan era SBY.
Eko Jhones menilai bahwa zaman SBY, semuanya diringkus bahkan termasuk Anas Urbaningrum sendiri. Ia pun menyinggung perihal sosok yang terlibat kasus dugaan suap Harun Masiku, sampai saat ini belum juga ditemukan.
"Betul Nas zaman SBY semua diringkus bahkan besan dan nte juga kena.
Jaman Jokowi Harun Masiku caleg PDIP sampai sekrg gak bisa diringkus atau sengaja gak diringkus," ujar Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Senin (17/7).
Sementara itu, Anas Urbaningrum menilai bahwa era Jokowi saat ini justru mengalami kemajuan soal penegakan hukumnya.
“Pasti, pasti tidak seperti yang dulu,” kata Anas Urbaningrum kepada wartawan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (15/7).
Anas Urbaningrum menilai, penegakan hukum di era Presiden Joko Widodo saat ini mengalami kemajuan.
“Justru saya menilai lebih maju,” pungkasnya.
Adapun pernyataan Anas Urbaningrum itu terkait Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)yang dalam pidato politiknya menyebut penegakan hukum di Tanah Air sering tajam ke lawan, dan tumpul ke kawan dinilai keliru.
AHY menilai penegakan hukum khususnya pemberantasan korupsi di Indonesia masih sering tebang pilih.
Tak hanya itu, putra sulung SBY itu juga menyoroti penegakan hukum di Tanah Air lebih sering tajam ke lawan, dan tumpul ke kawan.
“Demokrat mencermati, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dinilai sering tebang pilih. Tajam ke bawah, tumpul ke atas. Tajam ke lawan, tumpul ke kawan," ujar AHY dalam pidato politiknya, Jumat (14/7).