Presiden Joko Widodo alias Jokowi baru-baru ini mengatakan pihaknya ingin memastikan pesta demokrasi berjalan dengan baik dan dinikmati oleh masyarakat di Indonesia.
Lewat media sosialnya, dirinya mengungkapkan bahwa masyarakat harus merasa bebas hingga tidak terjebak dalam polarisasi maupun konflik karena beda pilihan di Pilpres 2024.
"Sebagai pesta demokrasi, sudah seharusnya rakyat bergembira dengan adanya pemilu. Rakyat juga harus terbebas dari ketakutan-ketakutan dan tidak boleh ada pertengkaran-pertengkaran," jelasnya seperti dilansir pada Selasa (25/7).
Cuitannya tersebut mendapatkan dukungan termasuk dari oposisinya seperti Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. Ia mendukung masyarakat untuk menikmati pesta demokrasi.
Namun hal itu bisa terwujud menurutnya jika orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut berhenti melakukan cawe-cawe hingga endorse bakal calon presiden. Dengan begitu menurutnya akan tercipta rasa keadilan dalam masyarakat.
"Bapak Presiden yth, saya berharap di sisa akhir pemerintahan Bapak, sudilah Bapak menjadi Presiden seluruh rakyat Indonesia - bukan hanya sebagai Presiden relawan dan presiden partai pendukung," tuturnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyebut keputusannya cawe-cawe dalam Pilpres 2024 sebagai bagian dari kewajiban moral sebagai presiden. Jokowi menilai ia harus ikut campur untuk mengamankan transisi kepemimpinan. Ia ingin proses ini berjalan baik.
"Cawe-cawe udah saya sampaikan bahwa saya cawe-cawe itu menjadi kewajiban moral, menjadi tanggung jawab moral saya sebagai presiden dalam masa transisi kepemimpinan nasional," kata Jokowi di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Selasa (6/6).
Baca Juga: Rocky Gerung Heran dengan Orang-orang yang Enggak Mau Perubahan Usai Jokowi Lengser