Presiden Joko Widodo alias Jokowi baru-baru ini menjajal lintas rel terpadu (LRT). Ia berangkat dari Stasiun Jatimulya, Kabupaten Bekasi, ke Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Hal itu dilakukannya bersama dengan para artis dan influncer ternama.
Namun di saat yang bersamaan, buruh sedang menuntut haknya kepada pemerintahan saat ini lewat demonstasi di kawasan Patung Kuda Arjuna, Monas, Jakarta Pusat.
Mereka mengajukan empat tuntutan. Yakni, pencabutan UU Cipta Kerja (terutama klaster ketenagakerjaan), pencabutan UU Kesehatan, Pencabutan UU Pengembangan dan Penyaluran Sektor Keuangan, serta mewujudkan Sistem Jaminan Sosial Semesta Sepanjang Hayat.
Hal ini menjadi sorotan sejumlah pihak dan warganet. Salah satunya adalah sosok dari Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto.
Dirinya mengatakan bahwa tak dihadapinya demonstrasi tersebut oleh presiden adalah bukti bahwa orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut tak peduli akan nasib buruh di Indonesia.
Ia bahkan menilai bahwa pencitraan sepertinya lebih penting dibandingkan dengan kesejahteraan masyarakat dalam benak dari Presiden Jokowi.
"Dia cuma mau mengatakan bahwa buruh cuma alat produksi sehingga aksi-aksi mereka patut diabaikan. Baginya selfie bareng artis lebih penting," jelasnya seperti yang dilansir dari @giginpraginanto pada Jumat (11/8).